Mengumpulkan Make-up Bekas untuk Merias Jenazah

  Jumat, 24 Mei 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Mendengar kata jenazah, bagi sebagian orang mungkin bisa menimbulkan rasa takut dan bahkan  menaikkan bulu kuduk. Diminta untuk mendekat saja sudah enggan apalagi untuk meriasnya dengan make up layaknya mempercantik orang hidup. Tidak banyak orang mau melakukan hal tersebut, terlebih lagi melakukannya dengan cuma-cuma tanpa bayaran. Padahal biaya kebutuhan make up sendiri, tidak murah dan membutuhkan modal yang banyak.

Lantas siapa yang mau melakukan itu, merias jenazah dengan make up sempurna tanpa biaya? Gloria Elsa, wanita yang tinggal di Jakarta Selatan, mampu melakukan itu semua, menembus batas nalar orang biasa.

Akrab disapa Elsa, ia memilih jalan kebaikan itu dibandingkan kebaikan lain yang banyak orang pilih. Namun, ia punya segudang alasan untuk tetap melakukan hal tersebut. Elsa merupakan sosok yang inspiratif, di saat orang sibuk dan merasa lelah dengan beban hidup dirinya, berbeda dengan Elsa, ia membantu orang-orang di sekitarnya khususnya warga nonmuslim yang meninggal namun memiliki kekurangan secara finansial adalah suatu wujud terima kasihnya kepada Sang Pencipta.

“Misi utama saya setiap berangkat untuk merias jenazah orang Kristen dan Katolik yang meninggal adalah membantu orang. Karena saya meyakini bahwa inilah cara saya sendiri untuk berterima kasih kepada Tuhan atas segalanya yang terjadi dalam hidup dan keluarga saya,” ujar Elsa. Bukan hal yang mudah untuk merias jenazah, karena kulit jenazah berbeda dengan orang yang masih hidup, ditambah lagi dirinya bekerja sendiri. Sehingga kapanpun dan di mana pun selama masih di Jakarta, ketika dirinya dihubungi, Ia harus sesegera mungkin datang.

AYO BACA : Begini Loh Rahasia Fashion Afgan

“Kalau merias jenazah kan beda ya dengan merias orang yang masih hidup. Jika kita tidak cepat, make up tersebut tidak akan bisa menempel dengan sempurna di wajah jenazah, sehingga saya harus sudah menyiapkan peralatan saya secara rapi agar dapat langsung berangkat ketika mendapat panggilan,“ kata Elsa.
Tetapi semua itu Ia yakini bukan menjadi beban bagi dirinya, karena Ia percaya bahwa Tuhan akan membantu dirinya melalui orang-orang yang ada di sekitarnya.

“Saya tidak pernah mengeluh sih, ya walaupun kita tahu bahwa make up bukan barang yang murah dan saya juga tidak dibayar. Tetapi saya tidak berhenti di situ jika make up habis, karena pasti ada saja teman-teman yang menyumbangkan make up mereka yang sudah kedaluarsa atau tidak digunakan lagi,“ tuturnya.

“Saya juga pernah membuat di akun Facebook saya, kepada teman-teman yang ingin menyumbangkan make up mereka bisa menghubungi saya, nantinya make up yang mereka berikan dapat membantu saya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu membayar biaya jasa perias jenazah,“ lanjutnya.

Setiap jenazah yang akan Ia rias, dirinya sendiri mengatakan bahwa tidak pernah mengharapkan imbalan sama sekali akan bantuan yang telah Ia lakukan dari keluarga jenazah.

“Tidak, saya tidak pernah mengharapkan imbalan apalagi memasang tarif kepada keluarga  jenazah. Karena seperti yang saya katakan tadi, bahwa misi utama saya ketika ingin berangkat merias jenazah adalah membantu orang lain. Dan saya meyakini bahwa ini adalah cara saya untuk berterima kasih kepada Tuhan. Tetapi terkadang saya pernah mendapatkan imbalan dari keluarga jenazah sebagai tanda terima kasih mereka. Dan saya anggap itu merupakan rezeki yang Tuhan berikan kepada saya,“ ucap Elsa.

AYO BACA : Muffest 2019, Ajang Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim Dunia

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar