--> -->

Belasan Tahun Jadi Penggiat Sungai, Pengabdian Puarman Berbuah Manis

  Kamis, 13 Juni 2019   Husnul Khatimah
Puarman, penggiat lingkungan sungai Cikeas-Cileungsi yang dikenal sebagai Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) diganjar penghargaan Penggiat Relawan Bencana Kabupaten Bogor 2019 oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. (ayobogor.com)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Pengabdiannya kepada warga masyarakat di sepanjang bantaran sungai akhirnya berbuah manis. Puarman, penggiat lingkungan sungai Cikeas-Cileungsi yang dikenal sebagai Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) diganjar penghargaan Penggiat Relawan Bencana Kabupaten Bogor 2019 oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Puarman mengaku awalnya tidak mengetahui kalau dirinya dinominasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan yang dia terima diberikan dalam rangka Tegar Beriman Awards yang merupakan bagian rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Bogor ke-537.

Jejak pengabdian Puarman sudah tercatat sejak 2005. Kala itu, dia mulai mencoba menjadi penggiat relawan bencana secara mandiri. Berawal dari kegusarannya melihat air Sungai Cileungsi dan Cikeas yang membelah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Jawa Barat kerap menimbulkan bencana banjir, maka hati nuraninya  mulai "terusik".

"Ketika bencana banjir datang, banyak warga yang selalu tidak siap. Tidak ada informasi awal yang mereka terima. Banyak harta benda ludes termakan banjir. Untuk itu saya mencoba membantu dengan mengirimkan info melalui media yang ada saat itu seperti mailing list tentang tinggi muka air di hulu sungai. Namun jumlah warga yang menerima masih terbatas dan tersampaikan secara berantai, belum serentak dan seketika," ujar Puarman, Kamis (13/6/2019).

AYO BACA : Banjir Bandang Sungai Cikeas Sudah Diprediksi Pakar Hidrologi Sejak Lama

Gayung bersambut. Kiprah Puarman semakin mendapat pijakan ketika pada 2014 dia bergabung dengan TPBDes (Tim Penanggulangan Bencana Desa) Bojongkulur, Kabupaten Bogor.

Tak hanya sampai di situ. Bersama empat rekan, Puarman ikut pula menjadi inisiator atas lahirnya Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C). Komunitas ini dibentuk pada tahun 2016.

Melalui KP2C, Puarman didukung rekan-rekan Pengurus, semakin bergairah melakukan eksplorasi terhadap Sungai Cileungsi-Cikeas. Mulai dari kejadian pencemaran limbah industri dan domestik (rumah tangga) di Sungai Cileungsi hingga persoalan sampah bambu yang kerap menggunung di Sungai Cikeas.

Termasuk tak hentinya dia  melakukan edukasi pencegahan bencana banjir. Satu di antaranya dengan mengadakan seminar "Hidup Aman dan Nyaman Bersama Sungai" pada 2018 lalu. Seminar ini diikuti 200 peserta, penyelenggaraannya didukung sebuah perusahaan jasa di bidang telekomunikasi.  

AYO BACA : 14 Ekor Ular Sanca di Bogor Lepas dari Kandang

Empat rekomendasi telah ditelurkan Puarman bersama KP2C dan telah pula dilayangkan kepada Presiden dan menteri terkait. Yakni, normalisasi sungai Cileungsi, penguatan tanggul, pembangunan pintu pengendali air dan waduk.

Normalisasi sungai Cikeas, sungai Cileungsi dan kali Bekasi kini dalam tahap penggodokan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Ini salah satu bagian dari rekomendasi KP2C," jelas Puarman.

Penggiat pelestarian sungai Puarman memang dikenal sangat konsisten membantu masyarakat terdampak banjir melalui penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir dan edukasi sungai.

"Di mana ada kejadian apapun tentang Sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi, di situ Puarman selalu hadir. Tenaganya seperti ga pernah habis," ungkap Wakil Ketua KP2C, Sancoyo, menambahkan.

Berkat kiprahnya bersama KP2C, TPBDes Bojongkulur dan instansi terkait, kini warga di sepanjang bantaran ketiga sungai sudah bisa menerima informasi tentang potensi ancaman banjir enam jam sebelum bencana itu tiba di pemukiman mereka.

AYO BACA : 2.000 Kubik Sampah Bambu Menggunung di Sungai Cikeas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar