>

Libatkan BNPT dan BNN, Langkah Pansel Capim KPK Dinilai Tepat

  Selasa, 02 Juli 2019   Rizma Riyandi
Pansel Capim KPK (Antara)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Langkah Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencari informasi rekam jejak bakal calon pimpinan KPK mendapat pujian dan dinilai sebagai langkah tepat.

"Langkah Pansel Calon Pimpinan KPK ke BNPT dan BNN itu langkah tepat, untuk mencari rekam jejak sehingga bisa memilih calon pimpinan KPK yang lebih sesuai harapan masyarakat," kata pengamat hukum Chairul Imam, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menurut Chairul, mencari rekam jejak bakal calon pimpinan KPK ke BNPT merupakan upaya untuk mencegah dan meminimalkan masuknya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi negara, sehingga calon pimpinan lembaga negara yang diseleksi secara terbuka, bisa "clear and clean" dari paham ideologi lain di luar Pancasila.

AYO BACA : Permintaan Presiden Soal Pimpinan KPK yang Baru

Sedangkan mencari rekam jejak bakal calon pimpinan KPK ke BNN, menurut dia, untuk memastikan para kandidat itu bebas dari narkoba maupun sindikat peredaran narkoba. "Oleh karena itu, langkah yang dilakukan Pansel Calon Pimpinan KPK itu tepat," katanya.

Mantan perwakilan Kejaksaan Agung di Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) ini juga mengusulkan agar calon pimpinan KPK diarahkan untuk lebih banyak melakukan pencegahan daripada penindakan, sehingga dapat mengurangi pekerjaan pimpinan KPK melakukan penindakan kasus korupsi.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengatakan Pansel Calon Pimpinan KPK meminta rekam jejak bakal calon pimpinan KPK ke BNPT dan BNN baru kali ini dilakukan.

AYO BACA : Pansel Akan Lacak Kandidat Capim KPK Berpaham Radikal

Langkah Pansel Calon Pimpinan KPK ini, menurut dia, adalah langkah tepat untuk mencari calon pimpinan KPK yang "clean" dan "clear" dari kemungkinan terkait gerakan radikalisme maupun pengguna narkoba.

Menurut dia, Pansel Calon Pimpinan KPK sebelumnya sudah bekerja sama dengan BIN, Kejaksaan, KPK, dan PPATK, pada proses seleksi bakal calon pimpinan KPK.

Sebelumnya, Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih mengatakan pansel melakukan penerimaan pendaftaran bakal calon pimpinan KPK hingga 3 Juni 2019. Sampai Senin (1/7), sudah sebanyak 93 orang mendaftar sebagai balon calon pimpinan KPK.

Menurut Yenti, dari sebanyak 93 tersebut, di antaranya ada 22 orang dosen, 20 orang advokat, dua orang polisi, serta dari profesi lainnya yakni pensiunan jaksa, pegawai perpajakan dan keuangan.

AYO BACA : 9 Pejabat Polri Masuk Bursa Capim KPK

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar