Batik Terogong Kian Diminati Wisatawan

  Selasa, 16 Juli 2019   Rizma Riyandi
Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Batik yang memiliki motif khas seperti ondel-ondel serta burung Hong tersebut sebagai salahsatu upaya melestarikan budaya Betawi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pd.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Ragam motif unik yang sarat akan nilai dan filosofi betawi membuat batik terogong diminati wisatawan. Angka pemesanan batik akan melonjak saat memasuki musim liburan dan perayaan ulang tahun Jakarta.

"Kami pernah menerima pesanan batik 1.000 helai kain untuk pengerjaan selama lima bulan," ujar Hafizoh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Batik Betawi Terogong, Senin (15/7/2019).

Untuk memaksimalkan penjualan, pembatik memanfaatkan media sosial sebagai sarana berjualan berupa Instagram dan Official Website. Melalui teknik pemasaran digital tersebut, alhasil batik betawi terogong dapat menjangkau konsumen daerah hingga mancanegara.

AYO BACA : Menengok Keindahan Batik Betawi Terogong

"Pembeli terbanyak datang dari Instagram. Meskipun kadang mereka pesan hanya satu helai kain, kami tetap buatkan," ucap pembatik berusia 47 tahun tersebut.

Harga batik cetak berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per helai kain ukuran 210 sentimeter x 115 sentimeter, sedangkan batik tulis dibanderol seharga Rp500 ribu hingga Rp2 juta untuk ukuran kain yang sama.

Saat ini, bisnis usaha industri rumahan Batik Betawi Terogong mampu meraup omset berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta tiap bulan.

AYO BACA : Bogor Luncurkan Batik ASN dan Logo 100 % Bogor Pisan

Permasalahan terbesar yang dihadapi industri rumahan Batik Betawi Terogong adalah minimnya pembatik muda, karena perlu kebijakan khusus guna melatih remaja agar dapat memahami teknik membatik.

"Kendala utama terkait minimnya sumber daya manusia, karena orang-orang yang membatu pekerjaan kebanyakan dewasa," kata Rodiana, salah seorang pembatik.

Dia menuturkan bahwa kalangan remaja hampir tidak ada yang tertarik menjadi pembatik. Meskipun banyak sekolah rutin melakukan kunjungan ke Terogong untuk belajar teknik membatik, namun belum ada remaja yang berminat menekuni keahlian membatik.

Padahal, lanjut dia, permintaan membuat kain batik terus meningkat dari berbagai daerah baik dari lokal DKI Jakarta, daerah lain di Indonesia hingga luar negeri.

Adapun jumlah permintaan kain batik yang mencapai ratusan helai dalam sebulan, terkadang memberikan kesulitan dalam menyelesaikan permintaan akibat terkendala minimnya tenaga pembatik.

AYO BACA : Bir Pletok, Minuman Khas Jakarta yang Mulai Hilang Ketenarannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar