--> -->

UKM Harus Perkuat Keamanan Cloud

  Kamis, 29 Agustus 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Memigrasikan data perusahaan ke dunia virtual merupakan hal penting. Namun, perusahaan harus memahami perhatian terhadap pertahanan kemanan siber juga diperlukan. Konektivitas lebih besar memunculkan risiko dan kerentanan yang lebih besar juga.

Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab Indonesia Dony Koesmandarin meyakini, perusahaan dan UKM di Indonesia dapat menemukan pijakan dalam meningkatkan kemanan cloud-nya. Kendati demikian, dia tidak menampik, beberapa masih tidak tahu harus memulai dari mana.

AYO BACA : Kominfo Targetkan 8 Juta UMKM Lewat Program 'Go Online'

“Kami, Kaspersky hadir di sini untuk membimbing mereka dalam membangun pertahanan virtual. Solusi dan layanan kami dibuat khusus untuk melindungi ancaman tentunya akan sangat membantu,” kata Dony Koesmandarin dalam jumpa pers di Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019) lalu.

Terkait kemanan siber, Dony memberikan sejumlah rekomendasi dari Kaspersky bagi para perusahaan dalam melindungi bisnisnya. Pertama, meningkatkan kesadaran di antara para karyawan mengenai ancaman siber, di mana mereka bisa saja menjadi target serangan. Mereka tidak boleh mengeklik tautan atau membuka lampiran dalam ruang lingkup komunikasi dari pengguna yang tidak dikenal atau mengunduh file atau program dari sumber yang tidak dipercaya.

AYO BACA : Besek Bambu PD Pasar Jaya Berasal dari UKM Daerah

Kedua, dalam beberapa kesempatan, departemen berbeda dapat menggunakan platform cloud yang melewati TI dan tim kemananan TI. Untuk meminimalkan risiko penggunaan platform cloud yang tidak disetujui, lakukan edukasi pada staf mengenai efek negatif TI bayangan, serta membuat prosedur dalam membeli dan mengonsumsi infrastruktur cloud pada setiap departemen.

Ketiga, menggunakan solusi keamanan titik akhir untuk mencegah vektor serangan rekayasa sosial. Itu harus mencakup perlindungan untuk jaringan surel, surel klien, dan penjelajah web. Keempat, jangan menunda implementasi perlindungan untuk infrastruktur cloud. Saat bermigrasi ke cloud, pahami peta jalan migrasi Anda dan area tanggung jawab untuk setiap jenis platform cloud yang digunakan.

Kelima, infrastruktur cloud sering kali merupakan objek dinamis yang kurang transparan. Akan sangat baik untuk menggunakan solusi keamanan siber khusus yang memiliki konsol manajemen terpadu dalam mengelola kemanan di semua //platform cloud//, dan mendukung deteksi otomatis host cloud, serta autoscaling untuk menciptakan perlindungan pada masing-masing platform.

AYO BACA : 58 UMKM DKI Diperkenalkan di Festival Pangan Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar