>

Organisasi Taksi Online Minta Polisi Gunakan Hak Diskresi dalam Penegakan Gage

  Senin, 09 September 2019   Rizki Amana
Suasana lalu lintas di kawasan Taman Budaya Dukuh Atas, Jakarta Selatan/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) meminta petugas kepolisian memakai diskresi yang dimiliki dalam penegakan aturan perluasan sistem ganjil-genap (Gage) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 88/2019.

Dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf M tentang pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap tidak diberlakukan pada kendaraan untuk kepentingan tertentu dengan pengawalan dan/atau sesuai asas dikresi petugas Polri. 

AYO BACA : Kode Polisi dan Jaksa Saat Langgar Ganjil-Genap

"Itu sebenarnya pintu masuk bagi taksi online untuk dikecualikan aturan gage tersebut. Kenapa? Dengan bahasa diskresi, kepolisian atau Korlantas bisa menerbitkan stiker khusus untuk taksi online yang susah berizin," ucap Ketua Umum Oraski, Fahmi Maharaja, saat dihubungi Ayojakarta, Senin (9/9/2019).

Fahmi mengatakan, sampai saat ini pihaknya merongrong Korlantas Polda Metro Jaya untuk pengecualian bagi kendaaran taksi online dalam penerapan sistem Gage. 

"Sesuai dengan Pasal 18 UU nomor 2/2002, polisi memiliki hak diskresi. Kami meminta polisi menggunakan hak diskresinya tersebut untuk menerbitkan stiker penanda terhadap angkutan sewa khusus," jelasnya. 

AYO BACA : Tigor Usul Batalkan Ganjil Genap, Ganti dengan ERP

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar