>

Mantan Petinggi Pertamina Jadi Tersangka Mafia Minyak

  Selasa, 10 September 2019   Aldi Gultom
Laode Muhammad Syarif/Antara

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Managing Director Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) periode 2009-2013, Bambang Irianto (BTO), sebagai tersangka kasus suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES.

Bambang pernah juga menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sebelum dilakukan penggantian pada 2015.

"Setelah terpenuhinya bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan ke penyidikan dalam perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES selaku subsidiary company PT Pertamina (Persero)," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Kata Syarif, KPK telah menyelesaikan penyelidikan yang mulai dilakukan sejak Juni 2014, dengan cara mengumpulkan informasi dan data yang relevan.

"Penyelidikan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati dan cermat. Pada tahapan itu telah dilakukan permintaan keterangan terhadap 53 orang saksi dan dipelajari dokumen dari berbagai instansi serta koordinasi dengan beberapa otoritas di lintas negara," tuturnya.

AYO BACA : KPK Umumkan Tersangka Mafia Migas Nanti Siang

Ia mengungkapkan, tersangka Bambang melalui rekening perusahaan SIAM Group Holding Ltd, diduga telah menerima uang sekurang-kurangnya 2,9 juta dolar AS atas bantuan yang diberikannya kepada pihak KERNEL OIL.

"Terkait kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina di Singapura dan pengiriman kargo," ujar Syarif.

Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Tadi pagi, juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, setelah Presiden Jokowi membubarkan Petral pada Mei 2015 sebagai bagian dari perang pemerintah terhadap mafia migas, KPK melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri fakta-fakta hukum praktik mafia di sektor migas. 

KPK telah memulai proses penyidikan dan menelaah hasil audit forensik terhadap Petral dalam pengadaan minyak pada 2012-2014. PT Pertamina menyerahkan audit tersebut karena KPK meminta salinan hasil audit tersebut. Audit tersebut ada yang berasal dari auditor Australia dan juga audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Saat itu, mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, sudah mengatakan bahwa potensi pelanggaran hukum dari audit itu akan diserahkan ke aparat penegak hukum.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar