>

Kesal dengan Shamsubahrin Ismail, Staf Ahli Presiden Ini Hapus Aplikasi Ojek Asal Malaysia

  Kamis, 19 September 2019   Aprilia Rahapit
Staf Ahli Presiden Notrida G.B Mandica/Aprilia Rahapit (Ayojakarta.com)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Lantaran kesal dengan pernyataan bos taksi asal Malaysia, Shamsubahrin yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, Staf Ahli Presiden, Notrida G.B Mandica menghapus aplikasi ojek berbasis daring dari ponsel pintarnya. 

''Saya sudah un-instal (aplikasi ojek online) karena ternyata punya Malaysia. Jadi, begitu saya tahu dia (Shamsubahrin Ismail) mengatakan Indonesia miskin, saya langsung un-instal,'' ungkap Notrida, dalam sebuah diskusi Kosgoro Yout Talk, di Kantor Kosgoro, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Menurut Notrida, kekesalannya timbul lantaran apa yang disebutkan bos taksi asal Negeri Jiran itu tidak benar. 

''Saya percaya namanya perdagangan internasional tanpa batas, kita percaya namanya menerima semua, tapi ketika orang Malaysia mengatakan orang Indonesia mengatakan (ojek online) karena miskin, itu ada ketersinggungan lah,'' ungkapnya kepada Ayojakarta. 

Bahkan Ida, sapaanya menyebut, jumlah orang kaya di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan Malaysia. Bahkan market Indonesia juga lebih bagus dibandingkan di Malaysia. 

''Meskipun kita bertanggung jawab untuk memperbaiki sistem, tapi kan sebagai negara tetangga yang kita anggap bersahabatkan tidak enak menghina seperti itu,'' tuturnya. 

Sebagai orang Indonesia, tambah Ida, harus bereaksi dengan pernyataan Shamsubahrin itu. ''Sebagai orang yang nasionalis ya saya un-install saja, masa saya mau diam,'' tandasnya. 

Sebelumnya Shamsubahrin mengatakan, Gojek bisa berkembang di Indonesia lantaran jalan raya yang terlalu sempit untuk kendaraan, dan juga disebabkan anak muda Indonesia tidak sekaya Malaysia.

"Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda Malaysia bukan akan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya beberapa waktu lalu. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar