Kantor Pemkot Bekasi Resmi Menjadi Kawasan Bebas Plastik

  Jumat, 04 Oktober 2019   Firda Puri Agustine
Razia penggunaan plastik di lingkungan Pemkot Bekasi/Ayobekasi.net

BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Kantor Pemerintah Kota Bekasi yang beralamat di Jalan Ahmad Yani ditetapkan sebagai Kawasan Bebas Plastik atau Zero Plastik mulai pekan ini.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Sajekti Rubiyah menjelaskan, hal itu sesuai Peraturan Wali Kota Bekasi tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor: 660.1/522/Dinas LH Tanggal 31 Mei 2019 tentang Pencanangan Program Kantor Bersih dan Bebas Sampah di Lingkungan Komplek Perkantoran Jalan Ahmad Yani. Kemudian Surat Edaran Wali Kota Bekasi Nomor: 660.1/5096/DinasLH Tanggal 13 Agustus 2019 tentang Program Kantor Bersih, Sehat dan Bebas Sampah, dan Surat Edaran Wali Kota Bekasi Nomor: 660.1/6315/DinasLH Tanggal 27 September 2019 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik/Kemasan Plastik yang diberlakukan mulai 1 Oktober 2019.

''Sebelumnya juga sudah ada sosialisasi soal penggunaan plastik dan program membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Nah, ini soal larangan penggunaan kantong plastik dan kemasan plastik sekali pakai sudah diberlakukan,'' ujarnya saat dihubungi Ayobekasi.net, Jumat (4/10/2019).

Dengan adanya peraturan tersebut, maka Satuan Tugas Zero Plastik yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindag, BKPPD, Satpol PP, humas, dan Dinas UMKM sudah menjalankan tugasnya. 

Beberapa waktu lalu juga menggelar sosialisasi sekaligus razia penggunaan plastik di lingkungan Kantor Pemkot Bekasi.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Ferdinan menambahkan, dalam razia yang digelar, satgas masih menemukan pegawai yang menggunakan kemasan plastik.

''Semua kantong plastik, botol plastik dan kemasan makanan yang menggunakan plastik kita ambil, dan kita berikan sosialisasi kepada mereka,'' paparnya.

Ferdinan menekankan pentingnya operasi zero plastik agar pegawai menyadari dampak buruk plastik bagi lingkungan. Serta memastikan para pegawai membawa tempat makan dan tempat minum dari bahan tumbler.

''Adanya peraturan ini supaya kita bisa sama-sama menjaga kerusakan lingkungan. Kami sarankan bawa wadah dari rumah berupa tumbler dan menggunakan tas wadah yang dari kain,'' imbuhnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar