>

Kapolda Papua Tegaskan Tidak Ada Konflik SARA di Wamena

  Sabtu, 05 Oktober 2019   Aldi Gultom
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw/Sindonews

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM --Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan bahwa kasus kerusuhan di Wamena bukan disebabkan konflik suku, agama, ras dan antargolongan alias SARA.

Ia tegaskan, kerusuhan di Wamena adalah kasus insidental yang dipicu sekelompok masyarakat.

Pihaknya pun sudah menyampaikan dan mengimbau warga yang berada di pengungsian agar kembali ke Wamena dan mulai menata kembali kehidupan seperti halnya sebelumnya.

“Kami ada dan akan selalu mengamankan masyarakat dari berbagai gangguan yang terjadi,” tegas Irjen Pol Waterpauw di Jayapura, Sabtu (5/10/2019).

AYO BACA : Kerusuhan Wamena Disulut Siswa SMA, Seluruh Aktivitas Kota Lumpuh

Dia mengatakan, aparat keamanan juga akan membantu bila ada pengungsi yang saat ini ditampung di berbagai penampungan di kabupaten dan kota Jayapura ingin kembali ke Wamena.

Saat ini Karoops dan Dansat Brimob Polda Papua sudah berada di Wamena untuk melakukan penempatan pasukan yang bertugas di kawasan itu. Waterpauw juga meminta warga tidak mudah percaya dengan informasi hoaks yang disampaikan kelompok tertentu.

"Bila ada berita-berita yang meresahkan jangan langsung percaya,” jelas Pati Polri yang pernah menjabat Kapolda di tiga provinsi yakni Papua Barat, Papua, dan Sumatera Utara itu.
 
Ia mengaku saat ini kondisi di Wamena mulai kondusif dan aktivitas masyarakat mulai pulih.

"Secara perlahan perekonomian di Wamena mulai berangsur normal dan masyarakat mulai membersihkan puing-puing bekas kebakaran,” tambah Waterpauw.

Kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019) menewaskan 32 orang serta 72 orang lainnya luka-luka. Ratusan rumah, ruko dan kantor pemerintah ikut dibakar dan dirusak massa.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar