Kenalan Yuk Sama Tjahyadi Kartono, Tokoh di Balik Wild Rabbits E-Bike

  Rabu, 09 Oktober 2019   Aprilia Rahapit
Tjahyadi Kartono/Ayojakarta.com

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Berawal dari coba-coba, hingga akhirnya banyak yang berminat sepeda listrik rakitan Tjahyadi Kartono.

Tjahyadi pula yang menggagas komunitas sepeda listrik (elektrik bike/e-bike), Wild Rabbits. Sejak dibentuk 17 Juli 2017 silam, komunitas ini terus berkembang dan sudah memiliki 450 anggota dari beberapa daerah. Tak hanya di Jakarta.  

Meski begitu, Tjahyadi yang juga menjabat Yayasan Pendidikan Widuri tidak menggantungkan hidupnya dari merakit sepeda listrik. 

Saat ditemui Ayojakarta di sekretariat Wild Rabbits atau yang mereka juluki "Mako" di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Tjahyadi pun membagi pengalamannya. Lokasi mako ini persisnya di Jalan Duri Selatan 3 Gang II7f, RT 2/RW 002, Kelurahan Duri Selatan.

"Ya buat saya sih penghasilan saya sudah cukup, beli ini itu cukup. Saya kan owner Yayasan Pendidikan Widuri, dari lima cabang, penghasilan sudah ada kan. Lagian orang-orang beli sepeda juga mahal-mahal sepedanya," tutur Tjahyadi. 

Ia memilih merakit sendiri sepeda listriknya. Malah disediakan bagi anggota komunitas Wild Rabbits.

"Jadi semua sepeda di sini kita rakit semua, kalau beli yang bermerk harganya terlalu tinggi, bisa selisih 40-60 jutaan," jelasnya.

Tjahyadi tidak sendirian. Ada tiga mekanik membantunya yaitu Aga, Kanseli, dan Jayani. Kemampuan merakit ini diperolehnya dari belajar autodidak dengan melihat service sepeda di berbagai event.

"Mereka pasang ya saya lihatin aja, besok-besok ya saya pasang sendiri, gampang," sambungnya. 

Dimulai dari mengganti mesin berbagai merk untuk memilih berbagai komponen yang meliputi hub, baterai, indicator, pedal assist, controller, termasuk engine break. Hingga akhirnya ia menemukan komponen terbaik. Bahkan kini Tjahyadi berani menjamin hasil rakitannya lebih baik dibandingkan sepeda bermerk pada biasanya.

AYO BACA : Komunitas Wild Rabbits dan Cita-citanya Menyatukan Nusantara Dengan E-Bike

"Awalnya sih mesin dinamo kecil yang menarik bantu, nempel di ban, terus dikenalin mesin lebih besar lagi, ya saya coba lagi, saya pasang lagi, ya jadi banyak deh sepeda listriknya," jelasnya. 

Seluruh sepeda listrik miliknya itu tak berniat ia dijual. Meski ada yang pernah berusaha menawar beli, tetap ditolaknya. Tjahyadi cenderung memberi saran kepada orang-orang yang berminat sepeda listrik.

"Iya bisa ditunjukkin bisa bikin pake yang ini, baterainya segini. Jadi kan nggak bisa coba-coba sendiri. Bisa saya bantu ngasih tahu, jadi nggak jualan, ngasih pengertian. Kalau misalnya nggak ngerti e-bike, mau coba e-bike silakan ke sini biar gak salah beli. Kita pengalaman pernah pakai mesin apa aja," ucapnya. 

Sepeda listrik koleksi Tjahyadi sudah mencapai 65 unit. Sebanyak 15 di antaranya masih proses rakit. Mulai jenis sepeda Bas Man berperawakan seperti motor Harley Davidson, Low Rider, MTB (Mountain Bike), ontel yang otentik, hingga sepeda touring yang dirancang super duper canggih. 

Tjahyadi juga berencana merakit sepeda dengan gaya futuristik yang tampil dengan batang simpel, hi-tech, dan modern. 

Masing-masing sepeda punya daya jarak tempuh, tergantung baterai. Kapasitas baterai 1.000 watt mampu menggowes 50 km hingga 60 km per jam. Sedangkan kapasitas 3.000 watt untuk jarak tempuh berkisar 80-100 km/jam. Sepeda listrik rakitan ini rata-rata membutuhkan waktu 3-4 jam untuk isi ulang baterai. 

"Anggaplah kalau pakai e-bike itu orang-orang malas, tapi kan nyatanya gowes juga. Aturan jarak misal 100 kilometer, sepedanya misal cuma baterai kuat 30 kilometer tapi kan sama gowes bisa 100 kilometer, jadi setengah-setengah sama baterai tapi bisa gowes juga, jadi panjang," terangnya. 

Ada puluhan sepeda listrik berjejer di halaman mako Wild Rabbits dan kapan pun bisa digunakan anggota komunitas ini. Meski ada juga anggota punya sendiri. 

Wild Rabbits selama dua tahun berdiri sudah melakukan perjalanan jauh sampai Bogor, Bandung dan Lampung. 

Agenda terdekat mereka pada 7 Oktober ini, yaitu perjalanan ke Prambanan, Yogyakarta. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar