Terlalu Sempit, Septic Tank Gagal Dipasang di Tanjung Duren Utara

  Rabu, 09 Oktober 2019   Editor
Kali di Tanjung Duren Utara tempat warga buang air besar sembarangan/Ayojakarta.com

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Tanki septik (septic tank) komunal yang rencananya akan dipasang di Gang Sekretaris I Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, untuk mengatasi pembuangan limbah tinja langsung ke Kali Gendong, batal dipasang.

Lurah Tanjung Duren Utara, Iskandar menyebutkan lebar gang yang hanya satu meter tidak memadai untuk dipasang septic tank yang sudah tiba dari pengelola air limbah Perusahaan Daerah (PD) PAL Jaya.

''Ada 21 titik jamban warga yang langsung membuang ke saluran Kali Gendong. Kemarin kita sudah ada barang untuk septic tank ukurannya 2,5 x 1,20 meter, tapi melihat medannya seperti ini agak sulit,'' ujar Iskandar, Rabu (9/10/2019).

Untuk kawasan rumah penduduk di Gang Sekretaris I sepanjang 100 meter, pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal direncanakan dibangun untuk tiga titik.

Bahkan, bantuan IPAL komunal dari PD PAL Jaya sudah dikirimkan untuk wilayah tersebut. Namun karena dimensinya lebih besar dari jalan rumah warga, IPAL komunal tidak jadi dimanfaatkan.

Iskandar mengatakan, pihaknya berencana membuat septic tank yang lebih kecil, masing-masing satu untuk satu jamban.

''Tadi malam saya dapat info ada septic tank ukuran 0,8 x 1 meter yang lebih ringkas untuk kita membuatnya. Yang tadinya diperkirakan lima jamban yang membuang ke satu septic tank, nanti kita buat satu jamban satu septic tank,'' kata dia.

Menurut Iskandar, pemasangan septic tank untuk 21 titik jamban diperkirakan selesai dalam waktu dua minggu.

Sebelumnya, menurut data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, warga Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, masih buang air besar (BAB) sembarangan. 

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini mengungkapkan, 214 kepala keluarga (KK) di 4 RW wilayah Tanjung Duren Utara belum memiliki jamban sehat dan memilih BAB di saluran air. Kondisi terburuk paling banyak dialami oleh warga di RT 15/07 yakni 124 KK. 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar