Polisi Bongkar Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Kuliah dan Kerja di Luar Negeri

  Rabu, 09 Oktober 2019   Editor
ilustrasi kriminal/brennancenter.com

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus beasiswa kuliah sekaligus bekerja di luar negeri berhasil dibongkar polisi. Sementara, 40 orang telah menjadi korban. 

Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni R dan L. Keduanya berperan mencari calon korban. 

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Agus Nugroho mengatakan, kasus dengan modus seperti ini merupakan hal baru.

''Ada modus operandi baru di sini yaitu menjanjikan beasiswa kuliah di luar negeri dalam hal ini di Taiwan, sambil bekerja,'' ujar Agus Nugroho di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Rabu (9/10/2019). 

Menurut Agus, calon korban yang berminat akan diminta menyerahkan sejumlah uang administrasi senilai Rp 35 juta. Kemudian, calon korban juga harus menyiapkan berkas pendaftaran kuliah. Kemudian, calon korban ditampung terlebih dahulu di Jakarta guna mengikuti beberapa tes palsu. 

AYO BACA : Bareskrim Bekuk Sindikat Perdagangan Orang

Uniknya, tes melibatkan perwakilan dari Taiwan yang tergabung dalam jaringan kasus ini untuk membuat orangtua calon korban percaya.

''Orang tua korban yang tidak mampu menyediakan uang Rp 35 juta tersebut akan diberikan penalangan oleh para tersangka, dengan catatan sesudah para korban berkuliah sambil bekerja di Taiwan, penghasilannya sebagian akan digunakan untuk melunasi jumlah uang administrasi yang dibayarkan di muka tadi,'' kata Agus.

Setelah sampai di Taiwan, korban yang berhasil ditipu tidak akan mendapatkan apapun dan melapor dan polisi membongkar kedok jaringan tersebut. 

Kedua tersangka dikenakan Pasal 4 UU 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dan/atau Pasal 83 serta Pasal 86 A Nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

 

 

AYO BACA : Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Kakak Tega Bunuh Adik Kandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar