>

Tol Langit Jangan Sampai Bernasib Seperti Fasilitas Olahraga yang Terbengkalai

  Senin, 14 Oktober 2019   Widya Victoria
Info Grafis Ekonomi Digital di Indonesia/CISSReC

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah mengumumkan bahwa Palapa Ring Timur atau sering disebut “Tol Langit” sudah mulai berjalan. 

Tol Langit tersebut menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui empat provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi. 

Infrastruktur backbone yang ada di Palapa Ring Timur terdiri dari kabel serat optik darat, kabel serat optik bawah laut, dan radio microwave.

Palapa Ring Timur memiliki infrastruktur jaringan sepanjang 6.878 kilometer serat optik darat dan bawah laut, serta segmen jaringan radio microwave sebanyak 49 hop. Secara total, Proyek Palapa Ring menghubungkan 90 kabupaten/kota yang terdiri dari 57 kabupaten/kota layanan dan 33 kabupaten/kota interkoneksi melalui jaringan kabel serat optik sepanjang 12.148 kilometer yang terdiri dari kabel optik darat dan bawah laut serta juga segmen jaringan radio microwave sebanyak 55 hop.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ayojakarta, Senin (14/10/2019), pakar keamanan siber Pratama Persadha berharap keberadaan palapa Ring Timur bisa menggairahkan ekonomi digital di sana. Menurutnya, banyak peluang untuk membawa Indonesia bagian timur menjadi primadona wisata dan ekonomi digital tanah air.

“Ada SDM bertalenta yang pastinya belum terekspos selama ini. Lalu ada juga lokasi wisata alam atau hal-hal menarik yang bisa dimaksimalkan dengan kecepatan internet yang merata di sana. Saya pikir tidak berhenti dengan menyediakan internet kencang saja, namun negara harus turut hadir untuk memberikan arahan apa saja yang bisa dilakukan,” terang chairman lembaga riset keamanan siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) ini.

Menurut Pratama, jangan sampai internet ini bernasib seperti fasilitas olahraga yang disiapkan untuk event internasional namun terbengkalai pasca itu. Pemerintah harus memaksimalkan penggunaannya baik dari sisi ekonomi maupun SDM. Dari sisi birokrasi sendiri tentu Palapa Ring seharusnya bisa menjadi solusi e-Government seperti yang selalu disampaikan Presiden Joko Widodo.

“Dengan Palapa Ring Timur ini, akan mempercepat penambahan pemakai internet di tanah air. Bisa tembus ke angka 200 juta di akhir tahun 2020. Ini ada potensi ekonomi, apalagi data sekarang lebih bernilai dibandingkan minyak bumi,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sampai akhir 2018, pemakai internet di tanah air sudah 171,1 juta dan didominasi oleh milenial.

“Dominasi milenial ini tentu akan membuat aktivitas ekonomi digital di Indonesia bagian Timur terus bertambah. Namun syaratnya infrastruktur harus siap dahulu. Misalnya ojek online dan ekspedisi pengiriman barang untuk mendukung marketplace. Keduanya tidak bisa berjalan jika infrastruktur dasar seperti jalan tidak ada atau sangat minim,” terangnya.

Pratama menggarisbawahi pentingnya negara mengelola dan mengamankan data masyarakat. Dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang mengakses internet, artinya selain ada potensi ekonomi juga ancaman penyalahgunaan bertambah pula. 

Jaminan keamanan siber oleh pemerintah juga harus dikuatkan. Ada BSSN yang bisa membantu pengamanan jaringan milik lembaga negara. Pengamanan juga bisa bekerjasama dengan pihak
ketiga sepanjang sangat diperlukan. Selain itu pemerintah juga perlu hadir untuk memberikan jaminan stabilitas keamanan di sana. 

"Jangan sampai kemudian penyedia Jasa Internet (ISP) takut untuk membangun infrastruktur dan mendatangkan SDM ke sana," imbuhnya. 

Perlu diketahui bahwa potensi ekonomi digital Indonesia 2019 menurut Google mencapai 40 miliar dolar AS, di atas Thailand 16 miliar dolar AS dan Singapura 12 miliar dolar AS. Bahkan menurut Google potensi ekonomi digital tanah air pada 2025 mencapai puncaknya dengan 133 miliar dolar AS.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar