Alasan Blangko KTP-el Terbatas, Puluhan Ribu Warga Bekasi Hanya Dibekali Suket

  Selasa, 15 Oktober 2019   Widya Victoria

BEKASI, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat sebanyak 59 ribu warga di wilayahnya belum memiliki Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (KTP-el). 

Padahal, puluhan ribu orang warga itu telah melakukan perekaman data dan biometri atau statusnya Print Ready Record (PRR).

"Belum memiliki e-KTP karena keterbatasan blanko, sudah melakukan perekaman, sudah PRR statusnya," kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Giri Waluyo di Cikarang, Selasa (15/10/2019). 

AYO BACA : Perusahaan Startup Jaringan Hotel Ini Hadirkan Kos untuk Profesional dan Pelajar

Menurut dia dari total 59 ribu warganya yang belum memiliki KTP-el, 33.500 di antaranya merupakan penduduk Kecamatan Tambun Selatan.

"Sedangkan yang paling sedikit adalah penduduk Kecamatan Muaragembong," katanya.

Giri menjelaskan, saat ini alokasi blanko KTP-el hanya 20 sampai 30 keping yang didistribusikan setiap dua pekan sekali ke masing-masing kecamatan.

AYO BACA : Disdukcapil Kebut Perekaman E-KTP Jelang Pemilu

Meski terkendala ketersediaan blanko, penduduk Kabupaten Bekasi yang wajib KTP diimbau tetap melakukan perekaman di masing-masing kecamatan tempat tinggalnya. Sebagai identitas sementara, pemerintah menerbitkan surat keterangan sebagai administrasi kependudukan.

"Ini sangat penting dalam kepengurusan administrasi kependudukan, khususnya bagi warga pendatang," kata Giri.

Seorang warga Tambun Selatan, Juniarto mengatakan sudah dua tahun terakhir ini hanya memegang surat keterangan (suket) karena belum ada blanko di kecamatan. Oleh karena itu, setiap enam bulan sekali harus memperbarui.

"Setiap nanya ke kecamatan alasannya tidak ada blanko," kata dia.

AYO BACA : Awas Disalahgunakan, Penghimpunan Data KTP dan KK Warga Harus Ditertibkan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar