--> -->

PPD Bantah Transjakarta Zhong Tong Pernah Terbakar

  Rabu, 16 Oktober 2019   Editor
Bus Transjakarta merek Zhong Tong/Kabarpenumpang.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) membantah peristiwa Bus Transjakarta produksi Zhong Tong pernah terbakar pada  2015 hingga berujung sanksi penghentian operasional.
 
''Mungkin ada kesalahpahaman dalam hal ini, katanya Bus Zhong Tong pernah terbakar, padahal sampai saat ini belum ada Bus Zhong Tong yang terbakar,'' kata Manager Operation Perum PPD, Hendri Dunan, Rabu (16/10/2019).
 
Dikatakan Hendri, telah terjadi kesalahpahaman terkait kabar terbakarnya bus buatan China itu pada 8 Maret 2015 di kawasan depan Gedung PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

AYO BACA : PPD Klaim Bus Zhong Tong Telah Penuhi Standar Keamanan

''Kejadian ini dihubung-hubungkan dengan pengadaan bus 2016, padahal yang terbakar itu bus dari agen pemegang merek lain. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Zhong Tong,'' katanya.
 
Agen pemegang merek Zhong Tong dinyatakan sebagai pemenang lelang untuk pekerjaan investor dan operator.
 
''Kemudian bergulir adanya keterlambatan pengadaan di pihak kita, pada tahun 2016 baru kita bisa mengadakan. Kemudian tahun 2019, baru kita bisa beroperasi,''' katanya.
 
Dari total 59 unit bus hasil pengadaan 2016, sebanyak 21 unit di antaranya telah kembali dioperasionalkan sejak Jumat (11/10/2019).
 
Puluhan bus ini terparkir di Pul PPD Jalan Raya Bekasi, Pulogadung, Jakarta Timur. Bus Zhong Tong sempat dihentikan operasionalnya sebab Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menilai bus-bus asal China tak laik jalan berdasarkan rangkaian kejadian kebakaran serta mogok.
 
Ahok pun mengganti bus Transjakarta dengan merek asal Eropa, seperti Mercedes Bandz, Scania, dan Volvo, serta asal Jepang Hino. Bus Zhong Tong diputuskan kembali beroperasional setelah BANI mengeluarkan keputusan atas dasar masa kontrak kerja sama PPD yang belum tuntas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar