>

Buruh Jakarta Janganlah Kecewa, Masih Ada Kartu Pekerja

  Sabtu, 02 November 2019   Aldi Gultom
Kartu Pekerja Jakarta/Jawapos.com-Yesika Dinta

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Meski Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sekitar Rp 4,2 juta, di bawah usulan buruh Rp 4,6 juta per bulan, Pemprov DKI tetap menjamin fasilitas-fasilitas yang memudahkan para pekerja.

"UMP DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp 4.276.349,906 atau naik 8,51 persen dari tahun sebelumnya. Meski di bawah usulan pekerja, Pemprov DKI tetap berusaha membuat kebijakan peningkatan kesejahteraan lewat kolaborasi bersama serikat pekerja atau serikat buruh," kata Anies, kemarin (Jumat, 1/11/2019).

Anies katakan, ada sejumlah alternatif kenaikan upah dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja di DKI Jakarta. Sebut saja program Kartu Pekerja Jakarta, Gerai Koperasi Pekerja, juga program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu.

Dalam Gerai Koperasi Pekerja dan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu, Pemprov DKI Jakarta mengupayakan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat pada umumnya/pekerja/buruh untuk dapat turut serta bersama-sama memajukan perekonomian DKI Jakarta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, saat ini dua Gerai Koperasi Pekerja sudah hadir di Jakarta Timur. Saat ini sedang dilakukan pengembangan untuk membuka  Gerai Koperasi Pekerja di lokasi lain.

AYO BACA : Resmi, Anies Tetapkan UMP DKI 2020 Rp 4,2 Juta

Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu, diarahkan untuk mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha melalui program pembinaan dan peningkatan kapasitas wirausaha. Misalnya dengan pelatihan mengemudi SIM A, pelatihan satuan pengamanan, pelatihan salon dan pelatihan pembuatan kue kering. Ini semua didukung penyediaan fasilitas sarana dan prasarana kewirausahaan, pembentukan jejaring dan pasar bersama, serta kerja sama kelembagaan.

Adapun Kartu Pekerja, merupakan program kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja dengan meringankan beban biaya transportasi, pangan dan pendidikan bagi anak pekerja. Ada banyak fasilitas dan manfaat yang diberikan, seperti gratis menumpang bus Transjakarta di 13 koridor; keanggotaan “Jakgrosir”, hingga dapat berbelanja produk kebutuhan sehari-hari dengan harga murah di Jakgrosir.

Selanjutnya, fasilitas mendapatkan pangan dengan harga murah. Kaum pekerja Jakarta dapat berbelanja lima item pangan meliputi beras, ayam, daging sapi/kerbau, ikan kembung dan telur dengan harga yang telah disubsidi. Selain itu, tersedia pula fasilitas KJP Plus dan kuota jalur afirmasi bagi anak pekerja.

Program Kartu Pekerja telah diluncurkan pada akhir 2018 dan sampai sekarang sudah 21.249 kartu didistribusikan kepada para penerima.  Sampai saat ini pendaftaran untuk mendapatkan Kartu Pekerja masih dibuka. Mekanisme pengajuan Kartu Pekerja yaitu :

1. Pemohon mengajukan berkas (fotocopy KTP, KK, NPWP, surat keterangan dari perusahaan) dan mengirimkan form perbankan melalui email [email protected]
2. Berkas diajukan ke Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta atau Sudisnakertrans lima Wilayah Kota Administrasi DKI Jakarta untuk kemudian diverifikasi.
3. Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta akan melakukan verifikasi dan data hasil verifikasi akan dikirim kepada Bank DKI sebagai dasar pencetakkan kartu pekerja.
4. Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta bersama Bank DKI akan mendistribusikan di titik-titik yang telah disepakati dengan federasi serikat pekerja/serikat buruh.

AYO BACA : Pemprov DKI Usul UMP Tahun 2020 Rp 4,6 Juta

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar