Industri Otomotif dan Kimia Didorong Manfaatkan RCEP

  Rabu, 20 November 2019   Dhika Alam Noor
Direktur Perundingan ASEAN Kemendag Donna Gultom berbicara dalam diskusi RCEP: Berharap Investasi/Dokumentasi Kemkominfo

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kerja sama di kawasan ASEAN dalam kerangka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) berpotensi memajukan industri dalam negeri, khususnya otomotif dan kimia yang didorong paling depan untuk memanfaatkan kerja sama itu. 

Pernyataan itu disampaikan Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan Donna Gultom dalam diskusi publik bertajuk RCEP: Berharap Investasi di Kantor Kementerian Kominfo, Rabu (20/11/2019).

''Saya pikir sektor industri kita lumayan ya. Di industri besi dan baja kita dorong meski PR (pekerjaan rumah) kita banyak sekali. Otomotif yang sedang kita garap, kalau kita bisa lebih efisien lagi mungkin otomotif ini yang paling duluan kita bisa dapatkan manfaatnya. Kemudian industri kimia, farmasi, itu semua yang potensial buat Indonesia,'' paparnya.

Donna Gultom menegaskan peluang-peluang tersebut tidak akan membuahkan hasil jika Indonesia tidak mempersiapkan infrastruktur pendukung. Salah satunya seperti pelabuhan untuk ekspor.

''Jadi memang banyak hal yang harus kita siapkan. Korea sudah masuk permintaan farmasi, lalu otomotif juga kita harapkan bertambah dari Jepang,'' tuturnya.

Jika saat ini merasa belum mampu berdaya saing, tentu pemerintah akan mendorong investasi ke arah sana. Karena ingin meningkatkan kapasitas produksi untuk mampu berdaya saing. 

''Kemampuan kita ekspor. Supaya pada saatnya kita buka itu kita sudah mampu bersaing,'' kata Donna Gultom.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar