Cerita Cynthia Mahendra Perkenalkan Busana Syar'i ke Eropa

  Selasa, 10 Desember 2019   Istihanah Soejoethi
Founder Jawhara Syar'i, Cynthia Mahendra. (ABC News)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Memperkenalkan busana syar'i ke kancah internasional membutuhkan perjuangan ekstra. 

Hal tersebut dirasakan founder Jawhara Syar'i, Cynthia Mahendra.

Pandangan aneh, bahkan dengan tatapan curiga, sempat dirasakan Cynthia Mahendra. Khususnya saat ia sedang berkunjung ke negara-negara Barat.

"Saat jalan-jalan ke Eropa, enggak jarang menemukan orang yang open minded dan menerima busana (syar'i) dengan positif. Ada juga melihat kita sebagai golongan-golongan tertentu, mungkin dianggap sebagai teroris. Sering saya mendapatkan perlakuan seperti itu," ujar Cynthia di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

AYO BACA : Jatuh Bangun Tika Ramlan Membangun Bisnis Busana Syar'i

Baru beberapa waktu terakhir ini busana syar'i mulai diterima baik oleh masyarakat internasional. Pandangan negatif terhadap pakaian khusus muslimah perlahan pudar.

"Mereka mungkin sekarang lebih enjoy dengan wanita bersyar'i dan melihat orang-orang Indonesia menggunakan syar'i, jadi bukan suatu hal baru lagi. Mulai diterima dan ini baju muslim layaknya baju muslim kita biasa pakai hijab fashion ini," jelas Cynthia.

Ia juga bercerita, saat ini sudah banyak customer asal London dan kota-kota di Amerika Serikat yang membeli busana dari brand-nya. Para pelanggan setianya ini menganggap pakaian syar'i sebagai sesuatu yang unik.

"Mereka pikir ini (busana syar'i) sesuatu yang unik dan berasal dari Timur Tengah. Mereka kagum banget soalnya ini diproduksi orang Indonesia. Mereka tertarik banget," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar