>

Kini Giliran Penyewa Mal yang Gugat Pemprov Jakarta Akibat Banjir

  Sabtu, 11 Januari 2020   Aldi Gultom
Mal Taman Anggrek masih tutup (Jumat, 10/1/2020) akibat banjir di awal tahun 2020. (Warta Kota)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, panen gugatan pascbanjir besar melanda Jakarta di awal tahun. 

Tak hanya sekelompok advokat yang merencanakan class action, kini Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas banjir yang menghentikan operasional sejumlah mal pada minggu pertama tahun 2020.

Ketua Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengakui dirinya telah bersurat ke Pemprov DKI untuk membahas kompensasi kerugian akibat banjir.

"Kami mau fair sajalah untuk kompensasi banjir ini. Sejauh ini kami menuntutnya beberapa kebijakan yang menghambat bisa dicabut, seperti pajak," ujar Budihardjo, Sabtu (11/1/2020).

AYO BACA : Warga Korban Banjir DKI Bisa Gugat Anies Secara Gratis

Akibat banjir yang melanda Jakarta pada awal 2020, sejumlah mal terpaksa tidak beroperasi. Salah satunya, Mal Taman Anggrek yang terpaksa tutup karena kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir.

Demi menghindari banjir susulan, pengelola Mal Taman Anggrek membuat tanggul memakai karung pasir dan terpal untuk mengadang air masuk ruang pembangkit listrik di lantai paling dasar.

Dari informasi yang diperolehnya, Mal Cipinang dan Lippo Puri Mal terpaksa tutup lebih dari sepekan. Dalam hitungan kasar, lanjutnya, satu mal bisa merugi sampai Rp15 miliar akibat tutup setengah bulan.

"Kami target permeter persegi Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per bulan, ini mereka tutup setengah bulan. Misal Rp 500.000, kalikan saja kalau luas mal ada 30.000 meter persegi, bisa rugi Rp 15 miliar selama tutup," jelas Budihardjo.

AYO BACA : Anies Mau Digugat, Ratusan Korban Banjir Klaim Merugi Rp 43,32 Miliar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar