Ini 4 Mal Baru yang Akan Berdiri di Jakarta

  Jumat, 17 Januari 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi pusat perbelanjaan. (vertanews.id)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perkembangan e-commerce yang membuat disrupsi besar dalam perdagangan membuat banyak peritel menutup gerai dan tokonya di sejumlah negara.

Contoh teranyar, peritel konvensional untuk produk ibu dan bayi asal Inggris, Mothercare, akan menutup sepertiga tokonya di Inggris. 

Namun, itu tak membuat gentar pengembang properti di DKI Jakarta. Mereka dikabakan terus membangun pusat perbelanjaan baru di ibu kota.

Perusahaan konsultan properti, Colliers International, menyatakan bahwa ada 4 mal baru akan dibuka di Jakarta.

Inilah daftar mal-mal baru yang akan mewarnai geliat perekonomian Jakarta, semua terletak di kawasan selatan:

1. Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan

PT Metropolitan Kentjana Tbk akan membangun properti seluas 30.000 meter persegi di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Perusahaan ini bertujuan untuk konsep desain mewah, modern dan eksklusif.

2. AEON Mall Southgate Tanjung Barat, Jakarta Selatan

Dengan luas 39.200 meter persegi, mal ini adalah proyek bersama antara PT AEON Mall Indonesia dan Sinarmas Land.

AEON Mall adalah bagian dari proyek mixed-use Southgate di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, di atas lahan seluas 5,4 hektar. Nilai investasinya dilaporkan sejumlah Rp 200 miliar (US $ 14,6 miliar).

3. Mall di Distrik 8, Jakarta Selatan

Melalui PT Agung Sedayu Retail Indonesia, Agung Sedayu Group mengembangkan mal ini di area superblok District 8 di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Luas properti ini sekitar 23.400 meter persegi.

Seperti properti lainnya di SCBD, Mall di Distrik 8 akan menargetkan pasar kelas atas. Agung Sedayu disebut telah menginvestasikan Rp200 miliar dalam proyek ini.

4. Taman Senayan di Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan

Mal baru di kawasan Senayan, Jakarta Selatan ini, akan dikembangkan oleh PT Ariobimo Laguna Perkasa dan dikelola oleh Lippo Group.

Pengembangan properti seluas 17.820 meter persegi ini ditunda karena masalah izin bangunan. Pengembang harus memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam Peraturan Pemerintah Daerah (Perda) 1/2014 tentang perencanaan dan zonasi kota.

Namun, menurut direktur pusat Manajemen Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Winarto, PT Ariobimo Laguna Perkasa, telah memperoleh izin yang diperlukan. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar