>

Siapkan Infrastruktur Strategis, Kalsel Layak Jadi Beranda Utama Ibu Kota Negara yang Baru

  Jumat, 07 Februari 2020   Aldi Gultom
Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, bersama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. (Dok. Humas HPN 2020)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mempersiapkan sejumlah infrastruktur strategis dalam upaya menjadi beranda utama calon ibu kota negara baru yang terletak di Kalimantan Timur. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Nurul Fajar Desara, di Banjarbaru, Jumat (6/2/2020) siang. 

"Saat ini kita menyiapkan untuk membangun Pelabuhan Mekar Putih untuk menjadi internasional," jelas Fajar. 

Persiapan lain adalah pembangunan rawa untuk menyangga pangan, kawasan industri, bendungan, energi, jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin, dan Jembatan Penghubung Pulau Laut-Pulau Kalimantan.

"Pembangunan jalan lintas barat dari Batola menuju Tabalong hingga ke Kalimantan Timur, dan yang tidak kalah penting adalah pariwisata," tambahnya.

Disampaikan Fajar, semua infrastruktur tidak akan berarti jika tidak didukung Sumber Daya Manusia yang unggul dan sehat. 

"Untuk mendukung SDM yang unggul dan sehat, kita bangun berbagai fasilitas pendidikan seperti kebandaraan, pelayaran, kepariwisataan, seni dan budaya, perikanan dan kelautan, industri, geologi, pembangunan Rumah Sakit layanan Jantung dan Saraf," katanya.

Menurutnya, dengan rencana komprehensif seperti itu Kalsel akan pantas dinobatkan sebagai halaman depan ibu kota negara. 

"Hal itu sesuai dengan keinginan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bahwa Kalsel akan menjemput dunia," katanya. 

Ditekankan lagi, Kalsel pantas menjadi halaman depan utama ibu kota sesuai letaknya yang sangat strategis, yaitu berada di tengah-tengah Indonesia dan bebas dari gempa bumi serta berada di ALKI I dan II, dan memiliki potensi lahan rawa mencapai 500 ribu hektar.

Bahkan, momen Hari Pers Nasional yang dilaksanakan di Kalsel mengusung tema "Kalsel Gerbang Ibu Kota Negara".

"Kami beharap insan pers dapat lebih menggelorakan ini sehingga dapat didengar oleh pemerintah pusat," katanya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar