Anggota DPR Suarakan Nasib PPL dalam Program AWR Kementan

  Selasa, 18 Februari 2020   Widya Victoria
Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini sudah memiliki model percontohan Agriculture War Room (AWR), yang nantinya akan digunakan sebagai model di kantor pusat Kementan maupun Agriculture Operational Room (AOR).

Gagasan tersebut merupakan wujud komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk membangun pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi yang kuat.

Di sisi lain, anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) drh Slamet menyoroti beberapa hal dalam pelaksanaan gagasan tersebut, salah satunya soal kesejahteraan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pasalnya, sambung Slamet, pelaksana AWR tersebut nanti akan terintegrasi dengan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Konstra Tani) di mana ujung tombak program tersebut ada pada PPL.

"Saya ingin menguatkan sekaligus menanggapi apa yang disampaikan Pak Menteri, terkait dengan AWR yang dipresentasikan luar biasa, mudah-mudahan niat baik ini menjadi pembangkit dalam peningkatan kesejahteraan petani. Hanya kata terakhir tadi yang ingin saya sambungkan dengan keluhan dari bawah, yaitu terkait nasib PPL ke depan," kata Slamet dalam keterangannya di Jakarta. 

Slamet mengatakan, pemerintah harus melakukan penguatan terhadap posisi PPL tersebut. Jangan sampai, sambung Slamet, PPL ini dijadikan sebagai ujung tombak tetapi juga menjadi ujung tombok dalam pelaksanaan AWR nanti.

"Maka pesan saya, AWR akan bisa jalan dan PPL ini menjadi ujung tombak untuk adanya peningkatan pemberdayaan petani. Tapi jangan sampai, PPL sendiri juga menjadi ujung tombok. Tadi Pak Menteri mengatakan bahwa PPL kita sudah semuanya memiliki android, tidak perlu dikirim ke Jakarta, tinggal mendengarkan itu. Yang jadi permasalahan justru itu, nasib PPL kita jadi tidak jelas, bisa jadi untuk beli pulsa pun mereka harus kredit, dapurnya juga tidak jelas, gajinya tidak jelas," tandas Slamet.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar