Polda Jateng Bentuk Tim Satgas Antimafia Bola Tahap III

  Rabu, 19 Februari 2020   Budi Cahyono
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto saat jumpa pers pembentukan tim Satgas Antimafia Bola Tahap III di halaman Mapolda Jateng, Rabu (19/2/2020). (Ayosemarang.com/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah secara resmi membentuk tim Satgas Antimafia Bola tahap III untuk musim kompetisi 2020-2021. Keterangan tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Rabu (19/2/2020)

Budi menjelaskan, tim Satgas Antimafia Bola tahap III ini berupaya mencegah praktik-praktik  non-teknis di luar pertandingan sepak bola di wilayah hukum Jawa Tengah. Budi Haryanto ditunjuk sebagai Dansatgas Antimafia Bola wilayah Jawa Tengah.

AYO BACA : Lucinta Pakai Narkoba Karena Stres, Polisi: Klasik!

“Satgas Antimafia Bola akan memonitor pertandingan sepak bola di Jawa Tengah dengan menggandeng Asprov PSSI Jateng. Kami berharap bisa menghilangkan permainan tidak sehat, baik itu suap wasit, suap pemain, maupun suap pelatih,” terang Budi.

Polda bekerja tidak sendirian, melainkan mengajak peran serta dari media dan masyarakat untuk menginformasikan ke tim satgas jika mengetahui ada praktik kongkalikong pengaturan skor dalam suatu pertandingan.

AYO BACA : Panglima TNI Terima Hibah Lahan 78 Ha di Papua

“Kita ingin sepak bola kita bagus, tanpa ada pengaturan skor. Satgas membuka diri kepada masyarakat dan media untuk menginformasikan jika ada kongkalikong,” tegas Budi. 

“Butuh kerja sama dari kami sebagai penegak hukum, peran aktif masyarakat dan Asprov PSSI Jateng sebagai penyelenggara sepak bola di Jawa Tengah, bersama-sama memberantas kecurangan-kecurangan yang mungkin nantinya akan timbul,” sambungnya.

Komite Banding Asprov PSSI Jateng, Khairul Anwar menambahkan, pembentukan tim satgas antimafia bola ini sebagai komitmen bersama antara PSSI dengan pihak kepolisian untuk memberantas praktik-praktik suap atau pengaturan skor di sepak bola, khususnya wilayah Jawa Tengah.

“Seharusnya sepak bola bermain sebagaimana mestinya, fair play mengikuti rule of the game. Pengawasan tersebut nanti di semua level pertandingan dari Piala Suratin, Liga 3, Liga 2, dan Liga 1 di Jawa Tengah,” jelas Khairul.

Dia menambahkan, sudah saatnya sepak bola terhindar dari praktik-praktik non-teknis dan itu bagian dari masa lampau. “Sepak bola adalah sebuah tontonan, tuntunan, dan kemudian menjadi hiburan di masyraakart. Praktik non-teknis dan lainnya sudah selesai, dan itu bagian dari masa lampau,” tuturnya. (Budi Cahyono)

AYO BACA : Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Jetski

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar