KUR Bank BUMN Belum Efektif Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

  Jumat, 21 Februari 2020   Widya Victoria
Ilustrasi

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Efektivitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank BUMN atau yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dinilai belum efektif mendokrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI Chairul Anwar di ruang rapat Komisi VI saat rapat dengan Menteri 'BUMN Erick Thohir, Kamis 20/02/2020. 

"Saya mengkritisi efektivitas KUR yang disalurkan oleh Himbara yang kurang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," kata anggota Komisi VI Chairul Anwar saat rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Senayan, Jakarta, (Kamis, 20/2/20200.

Chairul pun menyitir paparan Himbara yang disampaikan sewaktu kunjungan spesifik Komisi VI yang lalu. Disebutkan, total penyaluran KUR Himbara tahun 2019 sebesar Rp 130,7 triliun. Angka ini naik dari tahun-tahun sebelumnya yaitu Rp 120 triliun (2018) dan Rp 96,7 triliun (2017). 

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia di zaman pemerintahan Jokowi stagnan di angka lima persen, bahkan tahun 2019 turun menjadi 5,02 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar 5,17 persen. 

Menurut Chairul ada beberapa hal yang menyebabkan kurang efektifnya KUR yang disalurkan bank BUMN. Di antaranya adalah komposisi penyaluran KUR sektor produksi yang masih di bawah target. 

“Target tahun 2019 penyaluran sektor produksi hanya 52 persen dari target 60 persen. Ke depan KUR sektor produksi harus digenjot lagi karena hal itu lah yang diharapkan mampu menggangkat laju perekonomian,“ jelas legislator Dapil Riau ini. 

Chairul meminta Menteri BUMN harus serius memperhatikan hal ini. “Pak Erick Thohir saya rasa harus betul-betul memperhatikan ini, jangan sampai Program KUR dengan jumlah dana yang ratusan triliun ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
 
Selain itu ia juga mengkritisi kurang meratanya penyaluran KUR di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang diperolehnya, penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa.

"Lebih dari setengah KUR disalurkan hanya di pulau jawa yaitu di angka 54,35 persen, selebihnya tersebar di luar jawa. Ini kurang memenuhi rasa keadilan masyarakat. Saya berharap ke depan Pak Menteri Erick meningkatkan persentase penyaluran KUR ke luar Jawa agar ekonomi di luar Jawa bisa bergerak juga,” tutup Chairul.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar