Urusan Kelola TIM, Seniman dan Budayawan akan Terus Kejar Anies

  Jumat, 28 Februari 2020   Widya Victoria
Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki yang terdiri dari para seniman, budayawan dan para pegiat seni akan terus mengejar'' Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait revitalisasi dan komersialisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dianggap sudah lari dari fungsinya.

Salah seorang Jurubicara Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki yakni Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun atau disapa Joe mengatakan, informasi yang disampaikan pihak Gubernur DKI kepada publik seringkali tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

“Kesimpulan hasil Rapat Dengar Pendapat Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki dengan Komisi X DPR sering dipelintir dan disampaikan berbeda kepada public. Ini harus diluruskan, dan Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki akan mengejar terus,” tutur Joe Marbun di Jakarta, Jumat (28/02/2020).

Joe menegaskan, salah satu hasil RDP dengan Komisi X DPR adalah menegaskan agar revitalisasi tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, cagar budaya dan aset lain di area TIM.

“Namun, kenyataan di lapangan berkebalikan. Ada saja informasi-informasi yang tidak benar yang disampaikan di forum publik. Dan ini harus diluruskan. Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki tetap menolak revitalisasi model PT Jakpro itu. Sebaiknya Pak Gubernur melihat langsung ke lapangan, dan juga bertemu Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki,” ujar Joe Marbun.

Anies Baswedan mengklaim ak pernah berniat mengkomersialisasikan TIM setelah revitalisasi. Menurut Anies, fasilitas-fasilitas yang saat ini sedang dibangun di kawasan TIM itu nantinya tetap berbiaya terjangkau.

“Apakah nantinya mahal? Tidak. Justru dibangun fasilitas dengan skala internasional dan kualitas internasional, tetapi harganya terjangkau,” kata Anies dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan  Komisi X DPR di gedung Nusantara I Senayan, Kamis (27/2/2020).

Anies menekankan, Pemprov DKI Jakarta tak akan menjadikan TIM sebagai tempat mencari pendapatan daerah lewat biaya sewa fasilitas.

“Tidak, justru pemiliknya harus kita, tapi pengelolanya, badannya, harus bentuk PT supaya leluasa. Lalu apakah komersial? Sama sekali tidak,” ujarnya.

Anies mengemukakan, nantinya pengelolaan antara infrastruktur dan konten kebudayaan di TIM juga akan dipisah. Pengelolaan infrastruktur dan properti akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo atau Jakpro.

“Tapi kegiatan seninya, programnya, aktivitasnya, seni dan budaya itu diselenggarakannya oleh Dinas Kebudayaan bersama juga dengan Dewan Kesenian Jakarta. Jadi kontennya sama sekali tidak di Jakpro dan Jakpro tidak punya kompetensi dan tidak punya 'track record' mengelola konten di situ,” ujar Anies.

Pada Senin (17/2/2020) dua pekan lalu, puluhan seniman dari Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki mendatangi Gedung DPR, untuk menyampaikan aspirasinya menolak komersialisasi TIM oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). 

Jubir Forum Seniman Peduli TIM, Radhar Panca Dahana menyebutkan, sekitar 40 seniman TIM hadir bertemu dengan Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf Macan Effendi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar