Ini Alasan Polda Jateng Tangguhkan Penahanan Mahasiswa Penghina Presiden

  Minggu, 22 Maret 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi (ist)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Jateng mengabulkan permohonan penangguhan penahanan MHP, salah satu mahasiswa universitas swasta di Surakarta, Jawa Tengah.

Sebelumnya, MHP ditangkap kepolisian karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun media sosial.

AYO BACA : Pemkot Jakbar Semprot Disinfektan di Kawasan Kota Tua

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel membenarkan atas adanya penangguhan tersebut. "Ada permohonan penangguhan yang disampaikan pengacara dan keluarganya," ujarnya, Sabtu (21/3/2020).

Dikabulkannya penangguhan itu, lantaran pelaku sudah mengutarakan permintaan maafnya kepada Presiden, mengaku bersalah dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

AYO BACA : Erick Thohir: RS Darurat COVID-19 Sudah Siap Beroperasi Senin Besok

Pelaku pun siap untuk bersikap tak mempersulit penyidik dan tidak melarikan diri dalam mendalami kasus tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menahan seorang mahasiswa berinisial MHP (25) di sebuah rumah kos, di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta,13 Maret 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kasubdit V Cyber Crime  Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo di Mapolda Jateng mengatakan, MHP diduga melakukan tindak pidana menimbulkan rasa kebencian dengan menghina Presiden Joko Widodo di media sosial.

"Kasus ini bermula saat tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng mendapat laporan masyarakat tentang postingan story akun instagram _belummati yang isinya ujaran kebencian pada Senin, 20 Januari 2020," kata Agung. (Vedyana Ardyansah)

 

AYO BACA : Stasiun Sudirman Hingga Jalan Gunung Sahari Raya Disemprot Disinfektan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar