Fraksi PAN Tolak Tes Corona untuk DPR

  Selasa, 24 Maret 2020   Fitria Rahmawati
instagram: @zainuddin.maliki

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI menolak wacana pelaksanaan tes corona yang ditujukkan kepada seluruh anggota DPR di Senayan beserta keluarganya. Menurutnya, keselamatan tenaga medis dan masyarakat yang terpapar harus diutamakan.

"Padahal, jelas kasat mata, banyak tenaga medis dan masyarakat yang terpapar. Merekalah yang lebih penting untuk didahulukan," ujar anggota Fraksi PAN DPR RI, Prof Zainuddin Maliki, Selasa (24/3/2020).

Wacana 575 anggota Dewan dites corona semeskinya urung dilakukan. Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini berpendapat, di tengah situasi seperti ini semua pihak harus cerdas dan arif dalam menetapkan skala prioritas penanganan virus Corona. Oleh karena itu, dia mengaku, agak terkejut mendengar usulan itu. Secara tiba-tiba malah anggota DPR RI dan keluarganya yang diutamakan. 

AYO BACA : Sampai Hari Ini 42 Tenaga Medis di Jakarta Positif COVID-19

Oleh karena itu, Zainuddin yakin ada perasaan tidak enak pada anggota DPR RI sendiri. Apalagi, ini bukanlah kebijakan formal DPR RI. Menurutnya wacana ini merupakan usulan dan kebijakan sepihak kesekjenan DPR RI. Maka, dia yakin sebenarnya para anggota DPR lebih mengutamakan tenaga medis dan masyarakat yang terpapar yang perlu mendapat perhatian.

"Atas dasar itu, sebaiknya rencana rapid test pada anggota DPR dan keluarganya dibatalkan," pinta Zainuddin.

Di samping itu, masyarakat banyak menyorot kinerja pemerintah dan DPR. Lebih baik jika DPR fokus mencari jalan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks penanganan virus corona ini. Jika memang ingin mengadakan test, sebaiknya dilaksanakan secara sendiri-sendiri.

AYO BACA : Anies Jamin Sanksi Tegas Jika Warga Bandel Berkerumun di Ruang Publik

"Karena itu adalah hak, tidak ada yang bisa melarang tetapi kalau dilaksanakan kolektif itu tidak baik. DPR dinilai hanya mau menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya," katanya.

Selanjutnya, menurut Zainuddin, agar isu rapid test bagi anggota DPR RI dan keluarganya tidak berlarut-larut, pimpinan DPR RI sebaiknya segera meminta agar kesekjenan membatalkan kegiatan tersebut. 

Meskipun belakangan disebut bahwa anggarannya adalah hasil sumbangan pimpinan dan anggota tapi tetap saja masyarakat merasa ada kejanggalan. 

"Kalaupun ada sumbangan, lebih bagus jika disumbangkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," tutupnya.

AYO BACA : Video Satpam di Jakarta Barat Ambruk Karena Corona, Ini Jawaban Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar