Pandemi Corona, Pedagang Online yang Naikkan Harga Akan Diblokir

  Selasa, 24 Maret 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi (ist)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate menegaskan akan memblokir akun pedagang online atau daring yang menaik-turunkan harga di tengah merebaknya corona (Covid-19).

Terutama, kata Johnny Plate, pada perlengkapan kesehatan dan kebersihan. Menkominfo mengatakan, pihaknya turut bertanggung jawab memastikan harga berada di jangkauan masyarakat dan tidak ada fluktuasi harga yang tidak terkendali.

AYO BACA : Ahli Waris Korban COVID-19 Terima Santunan Rp15 Juta

\"Terkait produk kesehatan dan obat-obatan, kami ingatkan jangan sampai ada akun yang naikkan harga. Bila ada akun atau merchant yang mempermainkan harga, akan diblokir, dan langkah-langkah penertiban,\" kata kata Johnny Plate di sela-sela konferensi pers online di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menkominfo pun mengatakan, bentuk kerja sama antara Kominfo dan sejumlah industri digital merupakan salah satu langkah koordinasi agar pelayanan terjaga baik, serta mengendalikan harga agar tidak melonjak tinggi dan tetap terkendali.

AYO BACA : PDEI: Tidak Semua RS Punya Peralatan Periksa Corona

\"Kami mendorong kegiatan belanja dari rumah, konsultasi dari rumah, dan belajar dari rumah. Pemerintah juga mengimbau agar harga barang dan jasa di platformnya tidak ada kenaikan yang tidak terkendali,\" ujarnya.

Di sisi lain, pelaku marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia yang turut hadir dalam kesempatan yang sama, mengatakan telah menindak penjual di layanannya yang menaikkan harga jual.

\"Dari Bukalapak, kami sudah menindak tegas pelapak kami yang ambil keuntungan tidak wajar di situasi ini,\" CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin.

Sementara, Co-founder and Vice-Chairman Tokopedia Leontinus A Edison mengatakan, pihaknya telah bertindak proaktif mengenai isu yang sama. \"Kami sudah proaktif sejak 2-3 bulan lalu, kami sudah perhatikan penjual yang jual produk kesehatan dan kebersihan (dengan harga tak wajar), sudah puluhan ribu yang kami blokir,\" kata Leontinus.
\n 

AYO BACA : Di Jakut, Sudah 111 Tempat Usaha Pariwisata yang Ditutup Sementara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar