Jalankan Prostitusi saat Wabah Corona, Dua Muncikari Muda Diamankan Polisi

  Senin, 30 Maret 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi (Ayobogor)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM --  Polisi mengamankan dua wanita muda berinisial NAF (21) dan DA (24) lantaran menjadi muncikari kasus prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur.

Keduanya menjalankan bisnis esek-esek tersebut di tengah wabah virus corona (Covid-19). Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar mengatakan, kasus prostitusi ini terbongkar setelah polisi mendalami laporan dari masyarakat adanya praktik esek-esek di Kediri saat marak virus korona.

Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, ternyata benar ada praktik tersebut di salah satu kamar hotel, kata Gilang seperti diwartakan Berita Jatim, kemarin.

AYO BACA : Mulai Hari Ini, 4 Akses Masuk Kota Tegal Diisolasi

Saat dilakukan penggerebekan, polisi menangkap basah tiga pasangan bukan suami di kamar hotel tersebut. Dua wanita berinisial AH (33) dan YN (24) saat digerebek mengaku diminta NAF untuk bisa melayani pria hidung belang yang menjadi pelanggannya.

“Ada tiga kamar. Kemudian ketiga pasangan bukan suami istri ini kami mintai keterangan. Kami juga mengamankan muncikari,” kata dia.

Keduanya, lanjutnya, menjelaskan bahwa diperkerjakan untuk menjadi teman kencan laki-laki hidung belang.

AYO BACA : Siang Ini Buka Sidang, Puan: DPR akan Fokus Bantu Atasi Corona

“Pelaku ini menawarkan jasa atau layanan prostitusi melalui medsos Whatsapp (WA). Pelaku melanggar Pasal 296 KUHP,” tutur dia.

Dari hasil pemeriksaan, salah satu perempuan yang dipekerjakan oleh NAF, juga dipekerjakan oleh pelaku lainnya, yaitu DA. Setelah penggerebekan yang kami lakukan sebelumnya, ternyata ada mucikari lainnya yang dipekerjakan melalui WA dari kawasan Surabaya, ucapnya.

Untuk sekali kencan, pelaku memasang tarif kepada laki-laki hidung belang sebesar Rp3 juta. Selain meringkus para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seprai, pakaian, ponsel, uang dan kondom.

“Dari tarif tersebut, YN menyetorkan Rp1 juta kepada pelaku. Untuk pelaku, kami menduga dia melanggar Pasal 296 dan 506 KUHP. Kami juga menyayangkan praktik tersebut, selain melanggar hukum, praktik tersebut juga dilakukan di tengah wabah virus corona,” kata dia.
 

AYO BACA : Ciamis Lockdown Sebulan, Mulai 31 Maret

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar