Warga Depok Tolak Pemakaman Jenazah Positif Covid-19

  Selasa, 31 Maret 2020   Fitria Rahmawati
Penolakan warga Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok soal pemakaman korban COVID-19 viral di media sosial. [Tangkapan layar akun Instagram depok24jam]
AYO BACA : Satgas Konga XXXIX-B Terapkan Social Distancing dan Physical Distancing di Daerah Misi

AYO BACA : Rakyat Butuh Pasokan Makanan, Nelayan Indonesia Tolak Lockdown

DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Beredar video di media sosial soal penolakan pemakaman pasien covid-19 dari warga Kota Depok. Penolakan terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang disebut berada di Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
 
Dalam video yang diunggah di Akun Instgram depok24jam, terlihat sejumlah aparat dan perwakilan dari Pemkot Depok melakukan dialog kepada warga Kelurahan Bedahan.
 
Kepala Diskominfo Sidik Mulyono menjelaskan, bahwa warga sekitar protes karena beberapa hari terakhir melihat mobil jenazah lalu lalang. Proses pemakaman yang dilakukan di TPU tersebut tidak seperti biasanya, lantaran petugas pemakaman menggunakan alat pelindung diri (APD).
 
"Intinya mereka tidak mendapatkan sosialisasi, saya sudah turun ke lokasi untuk menenangkan," kata Sidik ketika dikonfirmasi, Selasa (31/3/2020).
 
Ketika berdialog dengan warga sekitar yang memprotes pemakaman, Sidik mengakui berjalan alot. Namun dari dialog tersebut menuai hasil, warga akhirnya menerima dan memperbolehkan jenazah dimakamkan di TPU tersebut.
 
"Memang tempat pemakaman itu ditetapkan oleh Pemerintah Kota Depok dikhususkan untuk korban Covid-19," katanya.
 
Sidik menjelaskan mengenai prosedur yang dilakukan saat proses pemakaman bahwa untuk pemulsaran sudah sesuai dengan arahan dari Kemenkes. Sebelum dikuburkan, jenazah sudah disemprot disinfektan, diberikan formalin, kemudian di wraping (bungkus plastik khusus).

AYO BACA : Dokter Tirta, Kurir Kebaikan, dan Kerja Keras Pemerintah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar