Dibanding Lockdown, PSBB Dianggap Pilihan Sulit yang Lebih Baik buat Nelayan

  Kamis, 09 April 2020   Widya Victoria
Ilustrasi

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Bagi nelayan, pilihan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih memberikan harapan untuk perlahan memulihkan perekonomiannya yang hampir kolaps.

Soalnya, dengan PSBB, masih memungkinkan bagi masyarakat, khususnya nelayan, untuk beraktivitas mencari ikan di laut.

Lain hal jika yang terjadi adalah lockdown atau karantina wilayah. Hampir semua aktivitas beku. Masyarakat takkan bisa bekerja. Nelayan juga tidak bisa melaut.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru. 

“Nelayan mengapresiasi langkah yang diambil Pak Presiden Jokowi, karena masih memilih melakukan PSBB dibandingkan lockdown. Dengan PSBB, masih memungkinkan bagi nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Dengan begitu, kita optimis kondisi buruk ini bisa pulih perlahan. Karena masih bisa memutar roda ekonomi,” tutur Siswaryudi di Jakarta, Kamis (9/4/2020). 

Lebih lanjut, Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) tersebut menyampaikan, dengan tetap bisa melaut di situasi sulit ini, nelayan Indonesia akan mengumpulkan ikan tangkapannya. Sehingga, proses transaksi ekonomi pun akan tetap berlangsung.

Namun, Siswaryudi mengingatkan, dalam proses transaksi ekonomi nelayan pun tetap harus mematuhi protokol penanganan COVID-19. Menurutnya, nelayan adalah salah satu segmen masyarakat yang sangat rentan terkena dampak buruk COVID-19, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Selain menyasar kelompok rentan lainnya, Siswaryud juga berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi masyarakat nelayan Indonesia. Terutama dalam hal distribusi jaring pengaman sosial, yang dipersiapkan oleh pemerintah.

Khusus untuk warga pedesaan, pemerintah menyiapkan program padat karya tunai.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar