Setop Bahas Omnibus Atau Puluhan Ribu Buruh Turun ke Jalan!

  Senin, 20 April 2020   Widya Victoria
Presiden KSPI, Said Iqbal

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Puluhan ribu buruh tengah mempersiapkan aksi besar-besaran jelang Hari Buruh Internasional atau May Day. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, aksi itu dipersiapkan oleh KSPI bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI).

“Yang akan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day dengan melakukan aksi pada  tanggal 30 April 2020,” tutur Said Iqbal dalam keterangannya, Minggu (19/4/2020).

Dia mengatakan, aksi tersebut akan dipusatkan di gedung DPR dan kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. 

""Adapun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi nanti adalah tolak omnibus law, stop PHK, dan liburkan buruh dengan tetap mendapatkan upah dan THR penuh,” jelas Iqbal.

Masih kata Iqbal, aksi ini akan digelar serentak di Serang Banten, Bandung, Jawa Barat, Semarang, Jawa Tengah, Surabaya, Jawa Timur, Jogjakarta, Banda Aceh, Aceh, Batam Kepulauan Riau, Medan, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Palembang Sumatera Selatan, Lampung, Manado Sulawesi Utara, Makassar Sulawesi Selatan, Gorontalo, Manado Sulawesi Utara, Banjarmasin Kalimantan Selatan , Samarinda Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua.

Untuk persiapan aksi itu, lanjut Iqbal, pihaknya sudah menyerahkan Surat Pemberitahuan Aksi kepada Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, pada Jumat (17/4/2020) lalu. 

“Tetapi petugas piket menolak menerima surat tersebut. Sehingga surat pemberitahuan aksi KSPI dan MPBI sesuai UU No 9 Tahun 98 telah dikirimkan melalui jasa pengiriman titipan kilat ke Kantor Mabes Polri (Kabagintelkam) dan Polda Metro Jaya (Dirintelkam) pada hari Sabtu tanggal 18 April 2020,” imbuhnya. 

KSP dan MPBI berharap aksi ini diizinkan Polri karena faktanya, jutaan buruh sampai saat ini masih tetap bekerja di pabrik-pabrik.

“Dengan argumentasi yang sama, seharusnya pihak Polda di seluruh wilayah Indonesia dan Mabes Polri mengizinkan buruh untuk aksi dalam peringatan May Day yang dipercepat peringatannya pada tanggal 30 April di depan DPR, kantor Perekonomian RI dan kantor gubernur di seluruh Indonesia,” kataIqbal.

Ia memastikan buruh akan mengikuti protokol kesehatan pandemi corona, yaitu jaga jarak, memakai masker, dan hand sanitizer.

“KSPI dan MPBI akan berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Metro Jaya untuk mencari solusi berkenan rencana aksi buruh ini. Kami yakin akan mendapatkan titik temu,”katanya.

Iqbal menambahkan, aksi buruh 30 April 2020 akan dihentikan bila DPR dan Menko Perekonomian menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja selama pandemi corona.

“Tetapi kalau tidak, maka buruh tetap aksi,” tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar