Dituduh 'Sunat' Dana Bansos Depok, Ini Klarifikasi Pak RT

  Senin, 20 April 2020   Fitria Rahmawati
Ketua RT 05/06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas Barep Suroso saat menjelaskan prihal dana bansos yang disunat sebesar Rp 25 ribu. (Suara.com/Supriyadi)

DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Warga Depok sempat geger lantaran uang bantuan sosial (bansos) yang diterima dipangkas Rp25 ribu. Warga sebelumnya diberi bansos dari Pemkot Depok senilai Rp250 ribu, namun dipotong untuk keperluan yang diduga mengalir ke pengurus. Hal itu dibantah pihak RT yang menyalurkannya.

Ketua RT 05 RW 06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran, Mas Barep Suroso mengatakan, bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus corona yang dipotong bukan untuk pengurus lingkungan. Ia memotong uang tersebut justru untuk warga terdampak corona yang belum mendapatkan bantuan. Pasalnya, saat mengajukan 100 penerima, hanya 39 saja yang disetujui dari Pemkot Depok.

AYO BACA : Alicia Djohar Ketum Parfi 2020-2025, Ini Susunan Pengurus

"Saya merasa tidak enak kepada warga yang tidak dapat karena pengajuan sebanyak 100 orang, tapi yang dapat hanya 39 orang. Saya pusing bagaimana membagikannya, jadi akhirnya sesuai keputusan bersama kita potong untuk lumbung sembako. Pada saat itu uang Rp 25 ribu dikumpulkan di ketua RW," kata Barep Suroso kepada Suara.com, Senin (20/4/2020).

Namun bantuan sosial yang dipotong untuk lumbung sembako Covid-19 itu viral di media, di mana bantuan itu disebut untuk pengurus. Bantuan yang dipotong Rp25 ribu itu sebenarnya untuk kepentingan sosial yang dikumpulkan oleh pengurus RW.

AYO BACA : June Almeida, Penemu Virus Bermahkota yang Disebut Corona

"Pada Jumat tanggal 17 April 2020 kami menyerahkan sisa kekurangan dana Rp 25 ribu ke warga penerima bantuan sosial tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, dana bantuan sosial atau bansos virus corona untuk orang miskin diduga dikorupsi di Depok, Jawa Barat. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pun tengah melakukan investigasi terkait adanya dugaan pemotongan dana bansos bagi warga yang terdampak COVID-19.

Pemotongan dana bansos jaring pengaman sosial (JPS) PSBB Kota Depok diduga dilakukan oleh oknum ketua RT di Kota Depok. Dana bansos warga terdampak COVID-19 seharusnya mendapatkan dana Rp 250.000 per kepala keluarga dari Pemkot Depok.

"Penyelidikan dan penelusuran tersebut dilakukan terhadap bansos yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Minggu (19/4/2020).

AYO BACA : Awas Gejolak Sosial

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar