>

Virus Corona Sudah Bermutasi Jadi 30 Jenis

  Selasa, 21 April 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Dilansir dari laman dailymail.co.uk, para peneliti di Universitas Zhejiang, China, menemukan fakta virus corona sudah bermutasi menjadi 30 jenis strain. Mutasi Covid-19 itu, 10 di antaranya mematikan.

Menurut laporan South China Morning Post, sejumlah jenis strain yang ada di China termasuk paling berbahaya. Bahkan SCMP mengabarkan bahayanya sama dengan yang terjadi di seluruh Eropa daratan.

Anehnya, tim peneliti menemukan beberapa mutasi paling mematikan ada di Zhejiang, tempat di mana peneliti tersebut berada.

AYO BACA : Berdagang di Jakarta, Pasien Positif di Kabupaten Cirebon Bertambah Lima Orang

Strain tersebut juga terpantau menyebar di negara Eropa yang memiliki kasus virus corona sangat parah, seperti Italia dan Spanyol.

Sementara itu, strain yang lebih lemah tampaknya sebagian besar berkumpul di Amerika Serikat.

Untuk penelitian yang diterbitkan pada medRxiv.org, tim menemukan mutasi dapat memengaruhi tingkat keparahan penyakit. Tim menganalisis strain virus dari 11 pasien yang terjangkit virus corona.

AYO BACA : Simak Yuk, Makanan Tinggi Serat Mudah Ditemukan

Mereka kemudian menguji tingkat efektivitas virus corona dapat membunuh sel manusia.

"Sars-CoV-2 telah memperoleh mutasi yang mampu secara substansial mengubah patogenisitasnya," tulis para penulis dikutip dari Post.

Para peneliti juga mengungkapkan, semakin ringan bermutasinya virus corona tersebut, bukan berarti tidak berbahaya, namun justru sebaliknya. Semakin ringan mutasi, bisa dianggap lebih berbahaya.

Setelah mengungkapkan mutasi virus ini, tim peneliti juga mengkhawatirkan hal lain yakni pengembangan vaksin. Jangan sampai pengembangan vaksin yang dikebut ini menimbulkan efek lain ke pasien.

Mereka mengatakan bahwa strain mungkin memerlukan upaya berbeda untuk melawan virus corona ini.

"Pengembangan obat dan vaksin, meski mendesak, perlu memperhitungkan dampak akumulasi mutasi ini, serta menghindari kemungkinan jebakan," kata para peneliti.

AYO BACA : UEFA Pertimbangkan Opsi Liga Champions Bergulir Awal Agustus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar