253.000 Pemudik Sudah Memasuki Jabar

  Selasa, 21 April 2020   Budi Cahyono
Warga melintas di Terminal Leuwi Panjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (12/4/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYO BACA : Pemudik: Pulang Salah, Nggak Pulang Salah

AYO BACA : Catat! Khusus Jabodetabek, Kebijakan Larangan Mudik Mulai 24 April

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menghimpun data jumlah pemudik yang telah memasuki Jabar dari berbagai daerah hingga Selasa (21/4/2020). Setidaknya terdapat 253 ribu pemudik yang saat ini telah masuk ke Jabar.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad. Dia mengatakan data tersebut dihimpun dari Dinas Perhubungan Jabar.

"Pemudik ini yang tercatat dari Dishub ada sebanyak 253 ribu pemudik. Itu dari laporan pelabuhan udara, laut, kereta api dan terminal-terminal bus tipe B yang dikelola Pemprov Jabar," ungkapnya dalam konferesi pers via streaming YouTube di Bandung, Selasa (21/4/2020).

Dia mengatakan, tahun lalu menjelang Ramadan angka pemudik yang masuk ke Jabar mencapai 3,6 juta orang. Oleh karenanya, Daud berharap angka 253 ribu tersebut tidak bertambah hingga memasuki Idulfitri nanti.

"Mudah-mudahan dengan larangan mudik angka tadi tidak bertambah dan bisa terus ditekan untuk memutus penyebaran," ungkapnya.

Setelah Presiden RI Joko Widodo mengumumkan secara resmi larangan mudik Idulfitri 2020, Pemprov Jabar pun mengimbau hal yang sama. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan bahwa semakin banyak yang mudik, maka angka persebaran Covid-19 juga akan makin tinggi.

"Arahan Bapak Presiden sudah sesuai dengan aspirasi kami. Data menunjukkan makin banyak yang mudik, maka tingkat naiknya (orang) positif Covid-19 juga makin tinggi. Makin sedikit mudik, maka positif Covid-19 juga makin sedikit,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (21/4/2020).

“Karena setelah instruksi Bapak Presiden ini, artinya kami punya keleluasaan menerjemahkan untuk lebih ketat (menjaga) di titik-titik masuk, baik di level RT/RW, kampung, bisa menolak pemudik dengan lebih tegas dengan alasan darurat kesehatan ini,” tambahnya. (Nur Khansa)

AYO BACA : Menag: Larangan Mudik Jangan Mengurangi Kegembiraan Menyambut Ramadhan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar