>

Bima Arya Minta Dinkes Bogor Antisipasi Kondisi Terburuk Wabah Corona

  Rabu, 22 April 2020   Firda Puri Agustine
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk menyusun model simulasi mengantisipasi kondisi terburuk pandemi virus corona 2-3 bulan atau bahkan enam bulan ke depan. 

“Dinkes agar membuat simulasi ini sehingga kita bisa memprediksi ketika peak terjadi di bulan Mei ataupun bulan Juni, apa yang kita butuhkan, tenaga medis kita seperti apa, alat kesehatan kita seperti apa, dan infrastruktur rumah sakit kita seperti apa. Ini saya kira sangat-sangat penting,” ujar Bima.

AYO BACA : Lepas dari COVID-19, Bima Arya Masih Diisolasi Seminggu Lagi

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Bogor tahun 2021 melalui saluran video conference dari kediaman pribadinya, Selasa (21/4/2020).

Bima Arya mengatakan, Musrenbang kali ini diselenggarakan dengan suasana yang sangat berbeda. Menurut dia, belum pernah ada dalam sejarah melaksanakan kegiatan dengan pola seperti ini.

AYO BACA : Akhirnya, Bima Arya Sembuh dari COVID-19

“Bahwa ini saat-saat yang sulit, ini adalah ujian yang maha berat bagi kita semua. Karena itu saya ingin mengajak yang pertama kali kepada bapak ibu semua untuk hope for the best and prepare for the worst. Artinya mari kita selalu berharap yang terbaik tetapi selalu bersiap-siap juga untuk yang terburuk,” ungkap Bima.

Ia menjelaskan, keputusan yang tepat selalu lahir dari data yang akurat. Sebaliknya, kebijakan yang tidak tepat itu biasanya lahir dari data yang tidak akurat. 

"Oleh karena itu, saya ingin mengajak kepada semua agar kita menyiapkan kondisi kita untuk menghadapi hal terburuk. Semua harus berbasiskan data, semua harus berdasarkan fakta. Bisa dilihat DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah melakukan ini dengan sangat bagus sehingga bisa mengantisipasi peak-nya kapan. Jadi kalau peak-nya Mei atau Juni, kita sudah siap dengan skenario terburuk,” katanya. 

AYO BACA : 22 Hari Mondok di RS, Walikota Bogor Diperbolehkan Pulang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar