>

Pemprov Jateng Perketat Perbatasan, Kendaraan Pribadi Tanpa Surat Jalan Dilarang Masuk

  Kamis, 23 April 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Suasana di Jalan Proklamasi, akses keluar masuk Kota Tegal, Kamis (23/4/2020).(Ayotegal.com/Lilisnawati)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Barat menjadi perhatian lebih dari Pemprov Jawa Tengah dalam masa pandemi Covid-19.

Larangan mudik Lebaran sudah diberlakukan. Untuk itu, kendaraan pribadi dari arah Barat menuju Jateng harus menunjukkan surat jalan sejak pemberlakuan larangan mudik. Tanpa surat jalan, kendaraan tersebut harus putar arah alias tidak bisa masuk Jateng. 

Aturan ini berlaku mulai 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020. Selanjutnya mulai 8 Mei 2020 polisi akan memberlakukan tilang.  Surat jalan dikeluarkan oleh gugus tugas daerah domisili pemudik di perantauan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat, usai video conference (vidcon) dengan Plt Menhub Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (23/4/2020).

AYO BACA : PSBB Kota Bandung, Pemkot Larang Sepeda Motor Angkut Penumpang

“Yang boleh lewat hanya kendaraan logistik, kendaraan yang bertujuan khusus dari pemerintahan, atau kendaraan pribadi yang dilengkapi surat jalan untuk meneruskan perjalanan tertentu. Artinya, mereka yang diloloskan kalau sudah mempunyai surat keterangan dari gugus tugas asal, baru bisa lewat. Selain itu semua, kendaraan dari yang dikecualikan itu diputarbalikkan untuk menuju asal perjalanan,” jelas Satriyo.

Menurutnya hal itu merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden Joko Widodo yang melarang mudik. Jateng akan memberlakukan check point yang bertujuan melakukan penyekatan.

Lokasi check point itu ada di Terminal Truk Losari Brebes, gerbang tol Pejagan, Terminal Bus Kota Tegal, Lapangan Wanareja, dan gerbang tol Pungkruk. 

Hal itu dilakukan secara nasional. Sedangkan pemerintah provinsi akan menambah check point di rest area Klonengan Brebes dan Terminal Dukuhsalam Slawi Kabupaten Tegal. 

AYO BACA : Larangan Mudik, Mulai 24 April - 1 Juni 2020 Pesawat Komersil Dilarang Terbang

Titik pengecekan memang baru dibuat untuk pemudik dari arah Barat. Sebab saat ini PSBB baru diberlakukan di Jabodetabek dan Bandung Raya. 

Tapi jika nanti Surabaya Raya, meliputi Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo ada keputusan PSBB, maka check point akan ditambah. Penambahan check point yakni Sarang, Cepu dan Solo.

“Jadi kendaraan dari arah timur masuk Jateng akan dikembalikan lagi,” ucapnya. 

Satriyo menambahkan saat ini sudah 665 ribu orang pemudik sudah ada di desa masing-masing. Mungkin hari ini, dia memprediksi, akan ada warga yang melakukan pulang kampung.  “Karena keputusan 24 April 2020 tidak boleh ada mudik, memang sudah terinfokan terlebih dahulu,” ucapnya.

Tidak heran, semalam sudah ada puluhan unit bus yang membawa pemudik. Pimpinan memerintahkan melakukan sampling salah satu menggunakan rapid test.

“Dari sampling itu bagaimana hasilnya, itu sedang akan kita lakukan. Kami koordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi nantinya. Karena alat covid adanya di gugus tugas provinsi. Kami akan menentukan samplingnya di mana,” pungkasnya. (Afri Rismoko)

AYO BACA : PSBB Tahap Kedua di Jakarta Harus Lebih Tegas dengan Sanksi Hukum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar