JK Atau Sandiaga Dianggap Cocok Jadi Komandan Gugus Tugas Ekonomi COVID-19

  Jumat, 24 April 2020   Widya Victoria
Anggawira (Media Hipmi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah menjangkiti 7.775 orang dari berbagai daerah. Dengan demikian, ada penambahan 357 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Pemerintah pun diminta bisa menekan jumlah korban agar tidak semakin bertambah. 

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira menilai tugas komandan dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 sangat berat bila semuanya hanya dipimpin satu orang. 

Menurutnya, perlu strategi dengan memecah menjadi empat tim Gugus Tugas COVID-19 (GTC) yang disesuaikan fokus penanggulangan.

"Tim pertama yaitu Gugus Tugas COVID-19 yang bertugas dalam penanganan dampak ekonomi dan turunannya yang banyak dan masif. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tepat menjadi komandannya," usul Anggawira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Anggawira melanjutkan, figur Bahlil cocok memperkuat fungsinya agar mampu membenahi dampak ekonomi dalam negeri akibat pandemi COVID-19. Dengan memberdayakan sekaligus sebagai pengusaha, dia berharap kinerja yang selama ini dikembangkan cocok bagi kelangsungan industri, terutama kelas industri kecil dan menengah yang merupakan sektor paling terdampak COVID-19.

Tim kedua GTC bisa bekerja khusus untuk menangani aspek testing dan menemukan pasien positif lewat contact tracing. Karena ini tentu bukan pekerjaan mudah. Tim ini diserahkan kepada ahlinya yaitu polisi. Sementara untuk komandannya diusulkan yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atau Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo. 

Selanjutnya, menurut Anggawira, pemerintah bisa membentuk tim yang khusus bertugas mulai dari isolasi dan karantina orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP). Kemudian pengelompokan pasien resiko tinggi dan rendah, fasilitas perawatan, tempat menginap dokter dan perawat, sampai penyiapan Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan. Tim ketiga GTC ini Letjen Doni Monardo atau mantan Wapres Jusuf Kalla layak untuk menjadi komandannya.

Tim keempat GTC bertugas menangani dampak sosial dan keagamaan dari wabah COVID-19 pada masyarakat Indonesia. Mantan Wapres Jusuf Kalla atau eks calon wakil presiden 2019, Sandiaga Uno cocok menjadi komandannya.

Anggawira mengatakan, banyak strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi wabah COVID-19, namun yang diperlukan sekarang ini strategi yang mampu mengurangi dampak ekonomi yang terjadi, dan berdasarkan pada sistem dan sumber daya yang ada. 

"Strategi pertama bisa penanganan penanggulangan berbasis kabupaten/kota. Keberhasilan penanggulangan COVID-19 sangat tergantung pada manajemen kendali di tingkat kabupaten/kota. Sumber daya dan rentang kendali manajemen memungkinkan. Saat ini tampak peran gubernur, terutama di Jawa sangat kentara," jelasnya.

Strategi berikutnya, menurut Anggawira, adalah pembentukan Desa Siaga Ekonomi COVID-19 di bawah kendali manajemen kabupaten/kota. Untuk wilayah perkotaan, kata Anggawira, dapat dibentuk RT siaga COVID-19, di desa bisa menyesuaikan. Satuan tugas tingkat desa ini membutuhkan banyak tenaga pendukung. 

"Fungsi terpenting adalah penerapan beragam strategi tersebut tidak bisa dipisahkan dengan langkah pembatasan mobilitas umum. Catatan penting yang juga perlu dipertimbangkan adalah apapun langkah strategis yang akan dilakukan, termasuk opsi karantina wilayah, hendaknya mampu meminimalkan dampak ekonomi masyarakat. Karena ancaman kematian COVID-19 tidak lebih menakutkan dibanding dengan tidak adanya uang untuk makan bagi anak-anaknya," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar