UU Sisdiknas Dirombak Omnibus Law, Komisi X DPR: Pemerintah Tidak Konsisten!

  Jumat, 24 April 2020   Widya Victoria
Ilustrasi revisi UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Langkah pemerintah atas RUU Cipta Lapangan Kerja (omnibus law) yang merevisi pasal-pasal substantif dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dikritik tidak konsisten.  

 

“Pemerintah tidak konsisten! Sebelumnya mereka yang ngotot agar revisi UU Sisdiknas diambil pihaknya, kok malah masuk di Omnibus Law Cipta Kerja,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih di Semarang, Jumat (24/4/2020).

Menurut Fikri, setidaknya ada 10 pasal dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas yang diubah dan dihapus di dalam draft RUU Omnibus Law yang diserahkan pemerintah kepada DPR.  “Sebelum bicara pasal apa saja, kita harus konsisten pada kesepakatan awal, bahwa revisi UU Sisdiknas dibahas terpisah,” kata dia.

Politisi PKS ini menambahkan, dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2020, revisi atas UU 20/2003 tentang Sisdiknas merupakan UU tersendiri dan usulan pemerintah.  

“Keputusan ini disepakati oleh pemerintah sendiri yang dihadiri Menteri hukum & Ham dalam rapat dengan badan legislasi DPR RI saat penentuan Prolegnas,” imbuh Fikri.  

Fikri merujuk pada kesimpulan hasil rapat antara Badan Legislasi DPR dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly serta pimpinan Panitia Perancangan Undang-Undang (PPUU) DPD RI pada tanggal 16 Januari 2020. 

Selain itu, dalam rapat-rapat penentuan prolegnas sebelumnya, Fikri mengulas bahwa sebenarnya Komisi X DPR menginginkan agar revisi UU 20/2003 tentang Sisdiknas tetap menjadi usulan DPR. “Masuk di prolegnas jangka panjang, tapi tidak prioritas 2020,” katanya.  

Namun, kemudian dalam rapat penentuan di Baleg tersebut, pemerintah yang mendesak agar revisi UU 20/2003 tetap masuk di prioritas 2020. “Kini, baik RUU Cipta Lapangan Kerja maupun Revisi UU 20/2003/ Sisdiknas, keduanya merupakan prolegnas, pembahasan mestinya di masing-masing Panja, jangan tumpeng tindih,” tukas Fikri.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar