>

Bupati Sragen Masukkan Warga Nekat Mudik di Rumah Angker

  Sabtu, 25 April 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi rumah berhantu, warga Sragen Jawa Tengah yang nekat mudik akan dikarantina di rumah angker. shutterstock
AYO BACA : Karantina Wilayah, Warga Kota Tasikmalaya Pasrah

AYO BACA : Mahfud MD: Haram Kalau Kita Mendatangi Penyakit Demi Hal yang Sunah

SRAGEN, AYOJAKARTA.COM - Bupati Sragen Jawa Tengah, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengkarantina warga yang nekat mudik ke wilayahnya di rumah angker. Selain bernuansa horror, mereka juga dikunci di dalam agar tidak kabur saat menjalani masa karantina.
 
Tak main-main, rumah yang digunakan karantina warga pendatang karena mudik adalah rumah yang sudah lama tak dihuni. Bahkan, berbagai cerita mistis pun ikut mewarnai rumah yang diusulkan warga sebagai lokasi isolasi mandiri itu. Dinding yang retak, sunyi, ditambah jauh dari pemukiman adalah lokasi yang tepat untuk membuat jera pemudik.
 
Hal itu dilakukan Yuni, karena masih banyak warga yang lebih takut dengan hal klenik ketimbang virus corona. Sebelumnya, di Purworejo juga menggunakan pocong jadi-jadian sebagai penjaga di pintu masuk salah satu kampung.
 
Mengutip laman asing Odditycentral, Jumat (24/4/2020) mengatakan bahwa ide agar membuat warganya jera, dengan memanfaatkan ketakutan warga sekitar terhadap hantu.
 
Ini dinilai cara paling ampuh untuk menghalau pemudik yang datang ke Sragen, khususnya mereka yang datang dari Jabodetabek yang sudah masuk kategori zona merah terdampak Covid-19.
 
Sanksi ini akan diberikan bila pemudik yang datang tidak taat aturan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Adapun rumah berhantu adalah rumah-rumah kosong terdekat yang sudah lama tidak ditinggali manusia, dan terkenal horor.
 
"Jika mereka melanggar perintah isolasi diri, beberapa desa telah meminta izin saya untuk mengkarantina mereka di sekolah kosong yang ditinggalkan atau rumah kosong," kata Yuni.
 
"Saya sudah memberikan izin. Bahkan jika perlu mereka harus dikunci di dalam rumah itu. Tapi kami masih tetap akan memberi mereka makan dan memantau kesehatan mereka," sambung dia.
 
Desa setempat memang memastikan sudah menyiapkan rumah-rumah kosong sebagai pusat karantina mandiri bagi yang melanggar aturan. Hingga ini sudah ada 3 orang yang diperintahkan menghabiskan waktu karantina mandiri selama 14 hari di lokasi angker tersebut.
 
Seperti di desa Plupuh, ada sebuah rumah kosong yang terletak di tengah sawah sudah dipilih sebagai lokasi isolasi mandiri. Ada dua orang sudah dikarantina di tempat yang cukup menyeramkan.
 
"Dua warga Plupuh setuju untuk mengkarantina diri mereka, tapi mereka melanggar aturan, jadi mereka di dikunci di dalam rumah kosong berhantu. Jika saja mereka mematuhi aturan mereka tidak akan dikunci di dalam sana," tutupnya.

AYO BACA : Karantina di Rumah Tidak Sembarangan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar