>

Dihantam Corona, Kilau Emas Dunia Memudar

  Senin, 27 April 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, kilau ems dunia kian memudar saat hantaman virus corona masih melanda dunia. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kondisi virus corona yang masih merebak di dunia membuat kilau emas memudar sepekan lalu. Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan kebijakan stimulus masif dari sebagian besar bank sentral membuat emas di jalur bullish mingguan.

Mengutip Reuters, Senin (27/4/2020), harga emas di pasar spot turun 0,4% pada 1,724.29 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya turun lebih dari 1 persen.

AYO BACA : Konsumsi Avtur Anjlok 75 Persen Selama Pandemi Corona

Sementara harga emas berjangka AS ditutup turun 0,6% pada 1,735.60 dolar AS per ounce.

Untuk minggu ini, emas telah naik lebih dari 2% sejauh ini, setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir pada hari Kamis.

AYO BACA : Makin Melejit, Harga Emas Rp 944 Ribu

"Kami melihat aksi ambil untung jangka pendek di sini dalam emas," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia di BMO.

"Namun, emas bertahan di dekat tertinggi pergerakan karena investor ritel dan institusional telah secara konsisten membeli karena neraca global telah menggelembung dan prospek ekonomi global tetap sangat tidak pasti," tambahnya.

Merebaknya virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta orang di seluruh dunia, telah mendorong negara-negara untuk memperpanjang lockdown untuk mengurangi penyebarannya, sementara bank-bank sentral telah mengeluarkan gelombang langkah-langkah untuk membatasi korban keuangan.

Emas, menjadi investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank sentral karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

AYO BACA : Harga Bitcoin Diperkirakan Terus Naik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar