>

Corona: Apakah Novel yang Dibuat Menjadi Kenyataan?

  Senin, 27 April 2020   Editor
Inas Nasrullah Zubir

Novel karya penulis thriller Amerika Serikat Dean Koontz, sempat jadi sorotan di tengah wabah Virus Corona karena memprediksi pandemi dalam novelnya yang dirilis pada tahun 1981 silam yang mengungkap tentang adanya pandemi dimuka bumi ini.

Dalam edisi awal The Eyes of Darkness, Koontz menuliskan bahwa virus yang menyebabkan pandemi global di dalam novelnya itu berasal dari Rusia, bukan China.

Akan tetapi setelah berakhir perang dingin antara barat dengan Uni di tahun 1989, dunia kehilangan ketegangan politik dan sosial dimana kemudian penerbit The Eyes of Darknesss mencetak ulang versi mainstream novel Koontz tersebut yang menceritakan dunia dihantam oleh pandemi global yang disebabkan virus 'Wuhan-400' yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei China. 

Salah satu paragraf yang perlu di highlight dalam novel Koontz tahun 1989 tersebut adalah:

"Sekitar waktu itu seorang ilmuwan Cina bernama Li Chen membelot ke Amerika Serikat, membawa catatan disket senjata biologis baru paling penting dan berbahaya China dalam satu dekade. Mereka menyebut barang-barang 'Wuhan-400' karena dikembangkan di  laboratorium RDNA mereka di luar kota Wuhan, dan itu adalah strain mikroorganisme buatan keempat ratus yang dibuat di pusat penelitian itu. "

Sehingga kita perlu menganalisa novel Koontz tersebut dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, apakah karya Koontz tersebut telah mengilhami suatu entitas yang ingin menjadikan pandemi dalam novel tersebut menjadi kenyataan dengan cara memulai wabah di Wuhan agar sesuai dengan kisah dalam novel Koontz tersebut? 

Karena kita harus sadari bahwa dunia ini tidak kekurangan manusia yang berpetualang dengan ilmu pengetahuan-nya untuk mempermainkan dan mengorbankan nyawa manusia demi kepentingan tertentu, walaupun harus mengorbankan kawan bahkan saudara-nya sendiri!

Kita patut curiga bahwa ada suatu entitas yang melihat pertumbuhan ekonomi China sudah sangat  membahayakan eksistensi dunia barat, sehingga perlu dihambat dengan cara yang sangat luar biasa yakni pandemi. 

Kecurigaan tersebut bukannya tanpa alasan, karena virus corona sudah dipatenkan pada tahun 2015 yang lalu oleh The Pirbright Institute lembaga penelitian di Surrey, Inggris, yakni lembaga penelitian penyakit menular pada hewan, di mana lembaga ini merupakan bagian dari Dewan Riset Bioteknologi dan Ilmu Biologi pemerintah Inggris.

Yang menarik adalah, 99 persen orang tua berusia lanjut yang terpapar Corona, banyak yang tidak selamat nyawanya, tapi di media diberitakan juga bahwa Ratu Inggris yang sudah berusia sangat lanjut dapat sembuh dari virus corona hanya dengan isolasi diri saja! Menarik bukan?

 

Inas Nasrullah Zubir
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Politikus Hanura 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar