Kasus Positif COVID-19 di DKI Melambat, Senator Minta Formulasi PSBB Diperkuat

  Selasa, 28 April 2020   Widya Victoria
Fahira Idris (dok pribadi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mengalami perlambatan pesat sebagaimana disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, Senin (27/4/2020) kemarin. Menurutnya, saat ini angka kasusnya sudah datar atau flat. 

“Jika kasus positif Covid-19 di Jakarta melambat artinya kita harus semakin disiplin. Ini agar ke depan benar-benar tidak lagi ditemukan kasus baru. Melambatnya kasus di DKI, juga harus menjadi momentum bagi Pemerintah untuk semakin memperkuat formulasi PSBB,” kata anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris, di Jakarta (28/4).

Menurut Fahira, terjadinya pelambatan secara signifikan kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta harus menjadi bahan evaluasi bagi semua para pemangku kepentingan percepatan penanganan COVID-19 baik yang ada di pusat maupun daerah. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat lagi berbagai formulasi kebijakan PSBB agar ke depan kasus positif COVID-19 tidak hanya flat atau landai tetapi juga mampu menembus nol kasus.

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini berharap dalam beberapa waktu ke depan, Indonesia bisa mengikuti capaian beberapa negara lain yang mengalami kemajuan signifikan dalam penangangan COVID-19. Beberapa negara seperti Selandia Baru melaporkan bahwa telah mampu menghentikan penyebaran COVID-19 sehingga mulai membuka sejumlah kegiatan bisnis, fasilitas pendidikan dan kesehatan. 
Kemajuan juga telah diperoleh Malaysia yang melaporkan bahwa kebijakan karantina wilayah mereka berhasil menghambat penyebaran virus COVID-19, salah satunya adalah tidak ada korban meninggal dunia sejak 26 April 2020. Sementara Vietnam telah melonggarkan kebijakan social distancing atau jaga jarak pada pekan ini. Keputusan tersebut diambil Vietnam setelah tak ada kasus baru COVID-19 selama enam hari berturut-turut dan tidak ada kasus meninggal.

“Kita berdoa dan berharap kebijakan PSBB ini mampu membawa kepada sebuah titik kepastian, seperti yang telah dialami beberapa negara di dunia. Tetapi tentunya sebuah kebijakan dalam hal ini PSBB terlebih pada kondisi seperti ini harus terus dievaluasi dan diperkuat," tutur Fahira. 

"Prinsipnya, kecepatan kebijakan yang kita ambil dan implementasinya di lapangan harus mampu mendahului kecepatan penyebaran virus ini. Karena hanya dengan begitu kita bisa menang melawan virus ini,” pungkasnya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar