PSBB Tak Berikan Dampak Signifikan di Tangsel

  Selasa, 28 April 2020   Fitria Rahmawati
Hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Foto: Muhammad Rizki Triyana/Republika TV

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengakui PSBB belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kasus corona di Tangsel. Meski sudah memasuki hari ke-11, namun angka keterjangkitan Covid-19 di Tangsel belum menunjukkan penurunan.

"Kalau dilihat dari angka status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) itu angkanya cenderung naik, PSBB belum sepenuhnya memberikan hasil," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2020).

Dalam setiap evaluasi, Pemkot Tangsel mengakui masih banyak menemukan masyarakat yang tidak ikuti aturan. Seperti pertemuan lebih dari lima orang atau kegiatan yang sifatnya berkumpul.

"Pelanggaran masih banyak ditemukan, bergerombol lebih dari lima orang. Kedua, diam di rumah, ini belum maksimal. Kalau tadi saya katakan ada penurunan 20% - 30% pengendara, ini harusnya bisa jauh lebih tinggi mencapai 100%," kata Benyamin.

AYO BACA : Satu Minggu PSBB Tangsel, Airin-Benyamin Gagal Pimpin Gugus Tugas

Meski demikian, hasil positifnya, tingkat kedisiplinan masyarakat di Jalan Raya cukup meningkat. Seperti ketika mereka keluar rumah menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan.

"Kalau ukuran PSBB orang banyak pakai masker, sekarang masyarakat mulai menyadari harus pakai masker. Yang kedua timbulnya kesadaran menerapkan protokol kesehatan Covid-19, kemudian arus lalu lintas menurun 20 sampai 30 %," ucap dia.

Namun demikian, masih ada beberapa waktu ke depan untuk melihat efektivitas PSBB di Tangsel terhadap upaya pencegahan penyebaran virus. Jika nantinya PSBB ditambah waktunya, pihaknya ingin ketegasan sanksi bagi masyarakat yang belum taat.

"Penegakan hukumnya harus lebih lagi, sanksi sosialnya harus lebih ketat lagi. Kita kan hanya menerapkan sanksi sosial. Jadi ada peningkatan sanksinya. Kalau mereka sebelumnya hanya diberi teguran, nanti mereka buat surat pernyataan kayak gitu atau seperti apa itu harus lebih tegas," kata Benyamin.

AYO BACA : Resmi, RS Aria Sentra Medika Khusus PDP Hingga Pasien Positif COVID-19

Berdasarkan data terkini jumlah kasus Corona di Tangsel setiap harinya terus mengalami peningkatan. Tercatat hingga Selasa (28/4/2020) siang, sebanyak 1.472 kasus.

Kasus-kasus tersebut terbagi menjadi tiga klasifikasi. Di antaranya ODP, PDP dan terkonfirmasi positif. Humas Gugus Tugas Covid-19 Irfan Santoso menyampaikan tercatat 960 ODP, kemudian 381 PDP dan 86 terkonfirmasi positif.

“Untuk pasien yang masih menjalani perawatan medis tercatat berjumlah 355 orang di wilayah Tangsel. Dengan rincian status PDP dirawat 302 orang, dan kasus konfirmasi positif berjumlah 53 orang. Sedangkan 693 orang masih dipantau pada klasifikasi ODP," ungkap Irfan.

Adapun rumah sakit yang menjadi tempat pasien dirawat belum diketahui secara pasti. Sebab Gugus Tugas Covid-19 Tangsel sendiri enggan menyebutkan rumah sakit tempat pasien dirawat.

Sementara tercatat 72 orang meninggal akibat virus corona dengan rincian 54 orang meninggal dunia status PDP, dan 18 orang meninggal berstatus terkonfirmasi positif.

AYO BACA : PWI Peduli dan Korem 052 Bantu Distribusi Door to Door 7,5 Ton Beras

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar