Ini Sebab Tenaga Medis Dinyatakan Negatif Covid-19 Enggan Pulang

  Rabu, 29 April 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Para tenaga medis menggunakan APD saat rapid test. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Prof Zainal Muttaqin, dokter yang juga berprofesi sebagai dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberi tanggapan terkait adanya persoalan sosial yang terjadi bagi para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di Jawa Tengah.

AYO BACA : HHI Gandeng OYO Luncurkan Progam Tempat Singgah Pejuang Medis

Terjadinya penolakan jenazah tenaga medis dan diusirnya mereka dari indekos karena terpapar Covid-19, membuat para tenaga medis yang dinyatakan negatif Covid-19 usai diisolasi enggan memilih untuk pulang.

AYO BACA : Gugur Lawan Covid-19, Dokter Michael Robert Bangga Jadi Garda Terdepan

Hal tersebut seperti yang dialami tenaga medis RSUP dr Kariadi yang usai diisolasi di Hotel Kesambi Hijau ada yang enggan kembali pulang, terutama yang menempati indekos.

“Banyak sudah sembuh, tapi tak berani pulang. Mereka butuh surat keterangan dari rumah sakit yang menyatakan mereka negatif. Sebelum ada surat keterangan itu enggak diizinkan kembali oleh RT, kos. Jadi seolah-olah kok penyakit ini seperti aib,” ujarnya saat mengikuti acara diskusi online di channel Youtube Cendekia TV Jateng, Senin (27/4/2020) malam.

Zainal menilai persoalan sosial ini seperti ketidakpahaman masyarakat tentang pandemi. Untuk itu, dirinya meminta dan berharap pemerintah memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat terkait pandemi dan persebaran virus korona.

“Antisipasi persebaran virus corona sebenarnya bisa berjalan efektif andaikan masyarakat mengikuti anjuran pemerintah tentang social distancing dan physical distancing,” katanya. (Vedyana Ardyansah)

AYO BACA : Kabar Baik, 26 Tenaga Medis RSUP dr Kariadi Sembuh dari Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar