Virus Corona Bisa Bertahan Lama di Toilet Umum, Begini Penjelasannya

  Rabu, 29 April 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi) Peneliti menyebut virus corona bisa bertahan lama di toilet umum. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Peneliti dari Universitas Wuhan menyebutkan, virus corona Covid-19 bisa bertahan di udara dan di tempat umum. Peneliti tersebut bahkan mengungkapkan jika corona bisa bertahan selama berjam-jam di tempat umum.

Dalam studi itu, tim peneliti mengambil sampel dari 30 lokasi di seluruh Wuhan termasuk fasilitas umum di dalam rumah sakit dan perkotaan. Analisis sampel mengungkapkan bahwa sebagian besar area publik, termasuk supermarket dan bangunan tempat tinggi justru memiliki tingkat partikel virus di udara yang rendah.

Tetapi, sampel yang diambil dari toilet umum di rumah sakit justru menunjukkan jumlah virus yang berbeda. Hasil sampel dari toilet umum cukup mengejutkan peneliti. Karena, tingkat partikel virus di udara jauh lebih tinggi di toilet umum.

AYO BACA : Pemudik Berisiko Bawa Covid-19, Begini Penjelasannya

“Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh banyak macam. Airbone SARS-CoV-2 bisa berasal dari napas pasien atau aerosol yang sarat virus dari kotoran atau urine pasien selama penggunaan toilet,” ujar para peneliti dalam laporannya yang diterbitkan di Nature dikutip dari Mirror.

Sementara itu, tim peneliti juga menemukan konsentrasi tinggi di ruangan staf medis melepaskan peralatan serta pakaian pelindungnya. Hasil survey peneliti dalam ruangan ini menunjukkan bahwa partikel virus dari masker, sarung tangan dan APD sangat mudah mengontaminasi udara di dalamnya.

Tim peneliti tidak memeriksa partikel-partikel kecil virus di udara ini bisa menyebabkan infeksi pada manusia atau tidak. Tetapi, peneliti menduga bahwa partikel virus di udara itu memiliki kemungkinan menginfeksi.

AYO BACA : Virus Corona Berpotensi Menular Lewat Udara

Profesor Ke Lan, pemimpin penelitian ini mengatakan transmisi aerosol SARS-CoV-2 mungkin terjadi selama bernapas atau berbicara. Lalu, berdampak pada orang-orang di sekitarnya, baik yang dekat maupun jauh dari sumbernya.

Studi mengenai partikel virus di udara dan toilet umum ini muncul setelah para peneliti dari Asosiasi Jepang untuk Penyakit Menular menggunakan kamera sensitivitas tinggi untuk menunjukkan seberapa jauh tetesan cairan pernapasan dari seorang pria ketika bersin dan bicara.

Kamera sensitivitas tinggi ini mengungkapkan bahwa tetesan cairan pernapasan besar dengan cepat jatuh ke tanah ketika si pria bersin. Tapi, partikel kecil dari tetesan cairan pernapasannya bertahan lama di udara.

“Partikel-partikel yang bertahan di udara itu semua lebih kecil dari 10 mikrometer atau hanya berdiametes 1/100 milimeter,” kata peneliti.

AYO BACA : Virus Corona 'Eksis' di Ruang Pengap dan Orang Berkerumun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar