BLT Tersendat karena Tunggu Tas Pembungkus 'Bantuan Presiden', Politisi PKS: Tega Sekali!

  Kamis, 30 April 2020   Widya Victoria
Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah mulai dari pimpinan negara hingga menteri-menterinya sangat disayangkan terlalu mementingkan citra dirinya dengan mengabaikan substansi.

Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengingatkan janji Presiden Jokowi akan mencairkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) pada pekan ini, yang berarti sejak 21 April 2020. Namun hingga kemarin (Rabu, 29/4/2020), BLT tidak kunjung sampai ke masyarakat.

Akmal yang sebagian besar mewakili masyarakat petani, nelayan dan penduduk di sekitar hutan mendapat keluhan terkait janji pemerintah ini. Keadaan mereka sudah sangat berat dengan adanya dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah masing-masing, terutama zona merah akibat dari wabah COVID-19.

"Pemberitaan yang menjelaskan bahwa bantuan pemerintah tersendat karena nunggu tas pembungkus yang bertuliskan Bantuan Presiden ibarat petir di siang bolong dalam keadaan terik panas. Sesuatu yang seharusnya mustahil tapi ada di Indonesia. Tega sekali. Mestinya pembungkus itu bertuliskan Bantuan untuk Rakyat dari Uang Rakyat," tutur Akmal.

Politisi PKS ini menyoroti berbagai pemotongan APBN dengan kalimat penghematan khusus di mitra kerjanya, Kementerian Pertanian, KKP dan KLHK. 

"Bagaimana kita akan mampu segera mengurangi angka kemiskinan jikalau pengelolaan negara ini dilakukan secara praktis dan sesimple sekarang," kritiknya.

Kementerian Pertanian, papar Akmal, merupakan kementerian dengan APBN yang terus tergerus dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, APBN kementan lebih dari Rp 30 triliun. Sedangkan saat ini setelah lima tahun malah turun drastis lebih setengahnya. Saat ini APBN Kementan hanya sekitar Rp 14,05 triliun dari semula Rp 21,05 triliun sebelum penghematan akibat wabah.

"Adanya janji presiden terbaru terkait BLT khusus untuk 2,44 juta petani, saya berharap Kementan mengawal anggaran ini dengan tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. Karena stimulus ekonomi untuk petani ini ada harapan besar mampu menggenjot produktifitas", kata dia.

Selasa (28/4/2020) lalu, oemerintah melalui Menko Perekonomian telah mengumumkan keputusan BLT diberikan kepada petani miskin di tengah wabah virus corona sebesar Rp 600.000.  

"Berbagai penghematan ini kan ujungnya untuk menyelamatkan rakyat Indonesia. Tidak seharusnya setiap bantuan ini diklaim sepihak, karena ini bukan uang pribadi, tapi uang rakyat," tegas Akmal. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar