>

Kapolda Jateng: 700 Ribu Warga Masuk Jateng Sebelum Operasi Ketupat Candi 2020

  Kamis, 30 April 2020   Budi Cahyono
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel meninjau jalur Tol Pejagan, perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Barat. (dok)

BREBES, AYOJAKARTA.COM – Kebijakan larangan mudik dari Pemerintah Indonesia tampaknya tak mempan menghalau para pemudik pada masa pandemi Covid-19.

Hal ini terbukti saat Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel meninjau jalur Tol Pejagan, perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Barat.

Dikatakan Kapolda, meski baru memasuki minggu pertama di bulan puasa sejumlah pemudik yang masuk ke Jateng sudah banyak. Bahkan, sebelum Operasi Ketupat Candi, terdata 700 ribu lebih orang masuk ke Jateng.

"Kemudian setelah memasuki Operasi Ketupat per 24 April lalu, kurang lebih ada 100 ribuan orang masuk ke wilayah Jateng dan sudah kita lakukan pemantauan dan putar balik," jelas Rycko di Exit Tol Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Rabu (29/4/2020) sore.

AYO BACA : Larangan Mudik, Cuma Kendaraan Ini yang Bisa Melintas

Menurut Rycko, operasi Ketupat Candi kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Pola pengamanannya juga berbeda. Jika tahun sebelumnya kita memantau masuknya arus mudik, tahun ini justru sebaliknya kita melakukan penyekatan arus mudik," jelasnya.

Penyekatan arus mudik dilakukan, lanjut Kapolda, karena pemerintah pusat berkomitmen dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Untuk mendukung komitmen tersebut perlu ada pemantauan pergerakan manusia.

"Untuk itu, di Jateng ada beberapa titik sekat terhadap kendaraan yang masuk. Di antaranya tiga titik sekat ada di pantura dan sebagian lainnya ada di wilayah selatan," terangnya.

"Mari kita disiplin dalam rangka memutus rantai penularan dan penyebaran virus korona ini. Tetap patuhi imbauan pemerintah," sambungnya.

AYO BACA : Larangan Mudik, Polisi di Tegal Razia Kendaraan dari Jakarta dan Jawa Barat

Selain itu, Kapolda juga mengharapkan masyarakat yang hendak mudik ataupun pulang kampung untuk mengikuti imbauan pemerintah. ''Tidak keluar rumah dan tetap di rumah serta wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,'' ujarnya.

Kapolda datang ke Brebes dalam rangka memantau kesiapan posko pantau dan posko Operasi Ketupat Candi 2020. Pengecekan pengalihan kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah serta posko pengamanan pengalihan kendaraan di Terminal Kecipir, Kecamatan Tanjung.

Dalam pemantauan tersebut, Kapolda juga menyempatkan melihat kondisi dapur umum yang berada di Exit Tol Pejagan. Kurang lebih satu jam di Exit Tol Pejagan, Kapolda langsung bergeser ke Pospam terminal Kecipir untuk memantau arus lalu lintas yang ada di jalur pantura.

Kapolda juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan semangat berbagai pihak. "Jujur saya katakan, memberantas corona bukan hanya tugas polisi, TNI, ataupun Dishub. Namum, ini tugas semua komponen. Ini yang harus kita lakukan bersama demi mensterilkan dan sehatnya Provinsi Jawa Tengah. Ayo sama-sama berkolaborasi dalam rangka menyikapi virus Covid-19, mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir," pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan Kapolda, Bupati Brebes Idza Priyanti didampingi Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto dan Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faesal Amri. (Dwi Ariadi)  

AYO BACA : Larangan Mudik, Pemkot Tegal Siapkan Gedung Olahraga untuk Isolasi Warga yang Bandel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar