>

Warga Tak Disiplin Kenakan Masker, Wali Kota Semarang Marah

  Kamis, 30 April 2020   Budi Cahyono
Suasana di Pasar Peterongan, Kamis (30/4/2020) pagi. (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bakal menindak tegas warga yang tidak pakai masker mulai Jumat (1/5/2020).

Hal itu sesuai evaluasi pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) setelah diterapkan selama 4 hari. Hendi sapaan akrabnya mengatakan, hasil rapat koordinasi melalui video conference bersama lurah, camat dan jajaran Forkopimda Kota Semarang, Kamis (30/4/2020), diputuskan bila pelaksanaan 4 hari sosialisasi PKM sudah cukup dan saatnya bertindak tegas.

“Kita sudah cukup untuk melakukan sosialisasi terkait Perwal ini, maka mulai besok, kalau ijek ono sing ngenyang-ngenyang (masih ada yang menawar) jangan ditolerir,” tegasnya.

Dia mencontohkan, bila selama 4 hari ini tim patroli mendapati pedagang pasar tradisional berjualan tanpa mengenakan masih diingatkan. Tapi mulai besok pedagang yang jualan tanpa masker akan langsung diminta tutup dan pulang.

“Apa nggak kasian? Nggak! Lebih kasihan warga lain yang sudah disiplin. Nanti kalau dia besoknya lagi mau buka lagi, boleh, asal pakai masker,” tegasnya.

Kemudian untuk tempat usaha seperti PKL dan restoran, aturan dalam Perwal diperbolehkan melayani pelanggan untuk makan di tempat mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB dan sesuai SOP Kesehatan. Setelahnya, hanya dibolehkan melayani pesanan untuk dibawa pulang.

“Selesai itu mereka masih ada pengunjung yang makan di situ, langsung jenengan (tim Patroli) tutup pintunya. Apa nggak marah? Nggak! Kita harus jauh lebih marah karena kita punya Perwal. Dia sudah tidak bisa ditolerir lagi,” cetus Hendi.

Disinggung apakah masih ada kemungkinan Kota Semarang mengajukan PSBB ke Menkes Terawan Agus Putranto, Hendi menyebut kemungkinan itu masih ada, namun bukan sebagai tujuan.

“Diskusi saya hari ini menurut saya bukan PSBB atau non-PSBB, tapi opo sing dilakokke nggo kota iki ben kemudian ora ngene-ngene wae (apa yang dilakukan untuk Kota ini supaya kemudian tidak begini-begini saja),” kata Hendi.

“Jadi sebenarnya ini beda, bukan sekelas PSBB tapi programnya adalah peningkatan patroli dan penempatan pos terpadu yang dilakukan Semarang untuk memutus mata rantai COVID-19. Kok bisa? Dasarnya Perwal PKM,” tandasnya. (Afri Rismoko)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar